“RSUD Haulussy kita suarakan sejak awal memberikan perhatian kepada dokter spesialis karena ada fasilitas yang harus diberikan kepada mereka yang belum terakomodasi pada APBD 2016, terutama struktur belanja pada BULD RSUD akibat keterbatasan pendapatan,” kata Ketua Komisi D DPRD setempat, Suhfi Madjid di Ambon, Sabtu (5/12).
Misalnya menaikkan intensif untuk dokter spesialis, memberikan akomodasi penginapan atau rumah yang layak bagi mereka, kendaraan, serta kesejahteraan lainnya.
“Situasi ini mengharuskan kita berfikir bagaimana membuat dokter spesialis itu bisa tetap bertahan dan memberikan pelayanan terbaik bagi rumah sakit rujukan,” ujarnya.
Komisi juga mencermati adanya tarikan yang lebih menarik untuk sisi fasilitasnya dari luar Maluku kepada dokter spesialis dan harus dipikirkan untuk coba mendorong ada perhatian yang jauh lebih serius kepada dokter spesialis.
Menurut dia, yang masih menjadi kendala di Maluku sekarang adalah penyediaan tenaga dokter spesialis, apalagi PNS dibuka untuk dokter ahli tetapi yang mendaftar juga tidak bisa penuh.
Itu berarti yang sudah ada sekarang dijaga kenyamanan bekerja, sehingga fungsi pelayanan di RS jauh lebih efektif.
Keterbatasan struktur belanja dalam APBD tahun 2016 belum memungkinkan untuk mendorong tambahan tenaga dokter ahli, apalagi RSUD Haulusy sekarang menjadi badan layanan umum daerah jadi jumlah pendapatan yang masuk dikelola secara otonom.
Tetapi belanja RSU masih jauh lebih tinggi dari besaran pendapatan, sehingga harusnya ada semacam subsidi yang tetap dapat didorong dari struktur APBD murni untuk beberapa program yang dianggap krusial termasuk perhatian kepada dokter spesialis.
“Sekarang terdapat 37 dokter spesialis, tetapi membandingkan daya dorong perhatian dalam bentuk kesejahteraan itu perlu ditingkatkan,” tandasnya.
Sehingga sebagai rumah sakit rujukan di tingkat provinsi memang menjadi kewajiban pemerintah atau manajemen RS untuk memastikan bahwa dokter spesialis apakah mereka PNS, dikaryakan maupun dikirim pemerintah pusat bekerja di Maluku tetap harus ada perhatian khusus. (MP-3)


