Ambon, Maluku Post.com – Kota Tual, Provinsi Maluku pada November 2015 mengalami inflasi sebesar 1,03 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 132,94.
“Inflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke sebesar 2,35 persen dengan IHK 127,38 dan terendah di Kota Ternate 0,02 persen dengan IHK 125,90,” kata Kepala BPS Provinsi Maluku, Diah Utami, di Ambon, Selasa (1/12).
Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,02 persen dengan IHK 121,87 dan terendah di Kota Manado 0,01 persen dengan IHK 123,06.
Dia mengatakan, selama November 2015 dari 82 kota IHK tercatat 69 kota mengalami inflasi, sedangkan 13 kota lainnya mengalami deflasi.
Dari 82 kota IHK di Indonesia, Kota Tual pada November 2015 menduduki peringkat pertama, dan inflasi bulanan Kota Tual menduduki peringkat tiga.
Tingkat inflasi tahun kalender Kota Tual pada November 2015 sebesar 6,06 persen dan tingkat inflasi dari tahun ke tahun (November 2015 terhadap November 2014) sebesar 7,58 persen.
Komoditas yang dominan menyumbang inflasi di Kota Tual adalah ikan momar, bayam, angkutan udara, ikan teri, dan lengkuas.
Diah menjelaskan, pada November 2015 IHK Kota Tual mencapai 132,94, menunjukan bahwa secara umum harga-harga di sana dibandingkan 2012 meningkat sebesar 32,94 persen.
Inflasi pada November 2015 Kota Ambon yang mencapai -0,44 persen menunjukan bahwa secara umum harga barang/jasa turun sebesar 0,44 persen dibandingkan Oktober 2015.
“Kota Tual yang mengalami inflasi 1,03 persen menunjukan bahwa pada November 2015 secara umum harga barang/jasa naik sebesar 1,03 persen dibanding Oktober 2015,” ujar Diah Utami. (MP-3)


