Ambon, Maluku Post.com – Provinsi Maluku ternyata tidak melakukan ekspor Tercatat selama Oktober 2015.
“Dampaknya realisasi ekspor mengalami penurunan 100 persen jika dibandingkan dengan kegiatan pada September 2015 yang mencapai 13,30 juta dolar AS,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Diah Utami, di Ambon, Selasa (1/12).
Demikian juga jika dibandingkan dengan nilai ekspor pada Oktober 2014 yang mencapai 7,02 juta dolar AS juga terjadi penurunan 100 persen.
Diah mengatakan, ekspor Maluku pada periode Januari – Oktober 2015 mencapai nilai sekitar 33,50 juta dolar AS. Jika nilai tersebut dibandingkan dengan periode yang sama pada 2014 mencapai 141,41 juta dolar AS, maka terjadi penurunan sebesar 76,31 persen.
“Kegiatan ekspor Maluku selama periode Januari- Oktober 2015 berasal dari kelompok komoditi ikan, udang, bahan bakar mineral dan komoditi lainnya,” ujarnya.
Sedangkan negara tujuan ekspor Maluku periode Januari – Oktober 2015 adalah Tiongkok dengan nilai 16,54 juta dolar AS dan Republik Korea 13,30 juta dolar AS.
Diah menambahkan, pada periode Januari – Oktober 2015 pelabuhan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menjadi pelabuhan ekspor yang dominan.
Posisi ini berbeda dengan periode yang sama pada 2014 di mana pelabuhan Ambon yang menjadi dominan untuk kegiatan ekspor.
“Nilai ekspor dari pelabuhan Bula pada periode Januari – Oktober 2015 sekitar 28,73 juta dolar AS, naik 100 persen dibanding periode yang sama pada 2014, sedangkan pelabuhan Ambon turun 96,79 persen jika dibanding periode Januari-Oktober 2015 terhadap Januari-Oktober 2014,” ujarnya. (MP-7)


