Ambon, Maluku Post.com – Masyarakat Kota Ambon yang rata-rata para ibu rumah tangga mengeluhkan harga telur ayam ras kembali bergerak naik dan bervariasi.
“Di lokasi pasar Mardika maupun Nusaniwe para pedagang menawarkan telur ayam ras dengan harga bervariasi Rp1.400 hingga Rp1.500/butir atau atau naik dari sebelumnya Rp1.300/butir,” kata kata Rossa, di Ambon, Senin (30/11).
Dia heran harga telur ayam hampir setiap hari ada perubahan. Pada dua hari yang lalu harga telur masih Rp1.300/butir dan tidak bervariasi, sekarang naik dan bervariasi yakni Rp1.400 hingga Rp1.500/butir,” Stok telur cukup banyak, lanjutnya, kami curiga kenaikan telur ini disebabkan karena melonjaknya harga ikan segar di pasar, dan mereka para pedagang memanfaatkan kesempatan untuk mencari keuntungan.
“Ini pasti ada kesepakatan antar sesama pedagang untuk mencari keuntungan dengan menaikkan harga sesuka hati,” ujar Rosa.
Pedagang telur ayam di lokasi pasar Mardika, Erna mengatakan, harga telur di tingkat agen memang lagi naik dan bervariasi.
“Penjualan ditingkat agen ada dua macam. Kalau ukuran besar ditandai dengan tali arafia merah, maka harganya Rp260.000/ikat atau naik dari sebelumnya Rp235.000/ikat (180 butir),” ujarnya.
Kalau tali arafia putih berarti ukuran telurnya agak kecil harganya Rp240.000 atau naik dari sebelumnya Rp215.000/ikat.
“Agar tidak merugi kami jual telur yang ukurannya agak kecil Rp1.400/butir dan besar Rp1.500/butir,” kata Erna.
Jadi perubahan harga memang sudah terjadi ditingkat agen, lanjutnya, dan sudah pasti kami pedagang juga tidak mau rugi, apalagi disetiap ikatan yang berjumlah 180 butir itu belum tentu semua baik, biasanya tiga hingga empat butir rusak, pecah atau busuk.
Sedangkan telur ayam kampung Rp3.000 hingga Rp3.500/butir, telur burung puyuh Rp3.000/10 butir. (MP-3)


