“Produk Simpel ini merupakan salah satu upaya OJK dalam membangkitkan kembali budaya menabung sejak dini di kalangan pelajar,” kata Kepala OJK Perwakilan Provinsi Maluku Laksono Dwionggo di Ambon, Selasa (22/12).
Menurutnya, budaya menabung penting dimulai sejak dini agar dapat mendidik anak mengendalikan diri dari perilaku konsumtif serta belajar untuk dapat membelanjakan uang yang dimilikinya secara bijak.
“Program Simpel ini bertujuan agar para pelajar sebagai generasi penerus bangsa dapat menjadikan kegiatan menabung bukan hanya sebagai kewajiban melainkan kebutuhan atau bahkan gaya hidup,” kata Laksono.
Kegiatan menabung, kata dia, dapat melatih anak dalam mengelola keuangan secara bertahap sehingga pada saatnya nanti mereka dapat tumbuh menjadi anggota masyarakat yang terampil dalam hal pengelolaan keuangan dan pada akhirnya akan mencapai kesejahteraan.
“Peluang untuk meningkatkan inklusi keuangan khususnya kelompok pelajar masih sangat besar. “Karena itu, dibutuhkan sebuah model produk keuangan dengan karakteristik dan fitur yang sesuai dengan kebutuhan kelompok siswa,” ucapnya.
Lebih lanjut Laksono mengatakan para siswa mulai dari tingkat SD, SMP sampai SMA perlu biasakan menabung dengan menyisihkan sebagian uang jajan harian mereka. Kalau kesadaran para siswa dan pelajar menabung semakin baik maka kemampuan pengelolaan keuangannya akan baik.
“Kalau siswa atau pelajar sudah terbiasa menabung, mareka adalah calon orang kaya di masa depan. Orang kaya adalah orang yang menyisihkan sebagian pendapatannya untuk menabung. Karena itu para siswa atau pelajar sejak dini perlu dibiasakan menabung dengan menyisihkan sebagian uang jajan harian mereka,” katanya.
Karena itu, Laksono mengajak para siswa atau pelajar di daerah itu sebagai generasi penerus bangsa untuk membiasakan diri menabung, di tengah budaya konsumtif yang meningkat.
“Kami meminta para guru di sekolah untuk mengajar anak-anak menabung, karena ini bekal yang luar bisa mereka di masa depan,” ujarnya.
Staf Edukasi OJK Perwakilan Maluku Stella Matitaputty mengatakan produk SimPel ini pertama kali diluncurkan pada 14 Juni 2015 oleh Presiden Joko Widodo.
Selanjutnya, pada 22 Oktober 2015, para Kepala Perwakilan OJK bersama para Gubernur seluruh Indonesia menghadiri acara yang diprakarsai oleh OJK yang menghadirkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.
“Dalam acara itu, sudah ada komitmen dari para gubernur termasuk Gubernur Maluku Said Assagaff untuk bersama-sama mendorong para siswa atau pelajar menabung, karena ini bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2014-2019, bagaimana membudayakan menabung dan bersinergi dengan 35 kebijakan strategi OJK untuk memperkuat perekonomian Indonesia, salah satunya menabung,” ungkap Stella.
Simpel, kata dia, dikempanyekan secara nasional dan OJK mengimplementasikan dengan melakukan sosialisasi sekaligus mendorong industri jasa keuangan untuk melakukan inklusi keuangan, supaya semakin banyak yang memanfaatkan lembaga jasa keuangan.
“Fokus kita bagaimana Simpel ini bisa lebih menyentuh kepada pendidikan anak usia dini (PAUD), yang mulai menabung dengan Rp1.000, begitu juga dengan SMP dan SMA, bisa menabung dengan nilai Rp5.000,” jelas Stella.
OJK, tambah dia, tahun 2015 sudah mengeluarkan buku mengenal OJK dan industri jasa keuangan masuk ke tingkat SD, tujuan untuk memperkenalkan kepada anak-anak bahwa sejak dini anak-anak perlu bersentuhan langsung dengan industri jasa keuangan. (MP-3)


