Ambon, Maluku Post.com – Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopnakertrans) akan memfasilitasi pelaksanaan pasar murah dalam rangka memeriahkan HUT Kepulauan Aru XII pada 18-20 Desember 2015.
“Pasar murah dilaksanakan di lapangan Yos Sudarso, Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru yang telah dikoordinasikan penyelenggaraannya dengan 11 distributor bahan pokok masyarakat,” kata Kadis Kopnakertrans setempat, Rudy Siwabessy dihubungi dari Ambon, Selasa (15/12).
Para distributor yang sebagian besar memiliki kapal memasok bahan pokok masyarakat, baik dari Surabaya, Jawa Timur, maupun Makassar, Sulawesi Selatan.
“Jadi soal harga berdasarkan rapat koordinasi telah dua disepakati relatif lebih murah dari yang dijual para pedagang, baik di pasar, toko dan minimarket di Dobo,” ujarnya.
Dia mengemukakan, Penjabat Bupati Kepulauan Aru Angelius Renjaan telah mengarahkan agar dalam rangka tertib dan tertanggung jawab pelaksanaan pasar murah, maka kupon dibagikan kepada masyarakat yang berhak.
Karena itu, para ketua RT haruslah jujur dalam membagikan kupon kepada masing-masing warganya sehingga mereka bisa menikmati berbelanja menjelang perayaan Natal dengan harga bahan pokok masyarakat relatif murah.
“Pastinya para PNS dilarang mendapatkan kupon dan tidak boleh berbelanja di pasar murah karena diperuntukan kepada masyarakat sebagai bagian dari sukacita merayakan HUT Kepulauan Aru yang dimekarkan dari setelah dimekarkan dari Maluku Tenggara dengan UU No.40 tahun 2003,” kata Rudy.
Disinggung stok bahan pokok masyarakat menjelang perayaan Natal, dia menjelaskan, beras yang saat ini masih menunggu bongkar sembilan kapan di pelabuhan Yos Sudarso, Dobo.
“Harga beras terkendali berdasarkan pemantauan tim pengawasan yang intensif dua kali sepekan meninjau pasar, toko dan mini market di Dobo,” katanya.
Sedangkan stok bahan pokok masyarakat di 117 desa dan dua kelurahan terjamin dengan 11 distributor memiliki armada yang intensif mengangkut kebutuhan warga di sana.
“Distributor memiliki kapal untuk mengangkut bahan pokok di Surabaya maupun Makassar, selanjutnya terjamin pasokannya ke desa dan kelurahan karena tersedia armada pengangkut antarpulau,” ujar Rudy. (MP-1)


