Pemkab Aru – Express Air Akan Tandatangani Kerja Sama

Ambon, Maluku Post.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru, Maluku akan menandatangani kerja sama dengan manajemen Express Air untuk mengoperasikan pesawatnya ke bandara Rar Gwamar, Dobo.

“Kami menunggu keputusan waktu dari manajemen Express Air untuk menandatangi kerja sama tersebut karena strategis untuk menjamin kelancaran aktivitas penerbangan, baik dari maupun ke bandara Rar Gwamar,” kata Penjabat Bupati Kepulauan Aru, Angelius Renjaan, dihubungi dari Ambon, Kamis (3/12).

Penandatangan kerja sama ini menindaklanjuti survei tim Express Air ke bandara Rar Gwamar pada November 2015.

“Prinsipnya diharapkan manajemen Express Air sesegera mungkin menindaklanjuti penandatangan kerja sama dan mengoperasikan pesawatnya sehingga terjamin kelancaran aktivitas penerbangan, baik ke maupun dari bandara Rar Gwamar, Dobo, ibukota Kabupaten Kepulauan Aru,” ujarnya.

Terobosan ini ditempuh karena manajemen Trigana Air sempat menghentikan pengoperasian pesawatnya sebulan lebih, selanjutnya diaktifkan kembali pada 17 November 2015.

Kondisi ini mengakibatkan Penjabat Bupati Kepulauan Aru meminta manajemen Express Air agar mengoperasikan pesawatnya ke Dobo.

Begitu pun, ia meminta dukungan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Supra Setya agar mengfasilitasi manajemen Express Air bila memproses perizinan.

“Saya mintakan dukungan Dirjen Perhubungan Udara, termasuk perhatiannya terhadap pembangunan bandara Rar Gwamar,” kata Angelius.

Dia mengemukakan, saat pertemuan dengan manajemen Express Air telah menjelaskan semua hal terkait perkembangan bandara Rar Gwamar, termasuk tiket pesawat Bandara Internasional Pattimura, Ambon – Rar Gwamar, Dobo, bervariasi Rp1,3 juta – Rp1,4 juta/ penumpang.

“Saya mengharapkan sekiranya Express Air mengoperasikan pesawatnya bisa mempertimbangkan harga tiket tidak sebagaimana dijual Trigana Air,” tandas Angelius.

Tidak beroperasinya pesawat mengakibatkan calon penumpang pesawat terpaksa memanfaatkan jasa PT.Pelni maupun PT. Ferri Indonesia, baik ke Tual maupun Ambon, ibu kota Provinsi Maluku.

“Saya juga sempat memanfaatkan jasa KM.Tidar dari Dobo ke Ambon pada akhir Oktober 2015 sehingga dirasakan tidak beroperasinya penerbangan menghambat kelancaran pemerintahan, pembangunan dan pelayanan sosial,” kata Angelius. (MP-1)

Pos terkait