Menurut Kepala Satker Jembatan Merah Putih Cristian Lasmono, JMP belum bisa tersambung pada 31 Desember, mengingat Gempa yang terjadi pada Selasa (29/12) dengan kekuatan 5,2 Skala Richter (SR) JMP mengalami pergeseran 5 Cm.
“Setelah terjadi gempa kita langsung melakukan pengukuran terhadap struktur JMP, ternyata struktur baja yang ada belum tersambung semua dari titik nol yang sudah ditetapkan. Dimana struktur baja terjadi pergeseran lima senti,”ujar Lasmono di Ambon, (30/12).
Dikatakan, akibat dari dari gempa juga membuat kabel-kabel yang sudah balance menjadi bergeser ke kanan, sedangkan sisi kanan semakin tegang, sementara sisi kiri regang.
“Kami akan evaluasi lagi, apakah kita butuh penambahan gaya lagi untuk menstabilkan kembali. Sampai tadi malam juga, konsultan minta secara detail melakukan pemeriksaan terhadap konstruksi jembatan. Sehingga tadi pagi kita sudah melakukan evaluasi semua sambungan beton dan sudah difoto apakah ada retakan atau tidak, sehingga dapat mengetahui potensi struktur jembatan sendiri,”ucapnya.
Dirinya berharap kalau memang sampai hari ini ada keputusan, pihaknya akan melakukan pengecoran untuk segmen enam. Dan jika disetujui untuk dilakukan pengecoran, tiga hari kemudian pihaknya sudah melaksanakan segmen tujuh, dan lima hari kedepan sudah dilakukan cor untuk penyelesaiannya.
Ditempat yang sama, Gubernur Maluku Said Assagaff, memaklumi hal ini karena Gempa merupakan kejadian alam bisa terjadi kapan saya.
“Walaupun belum bisa tersambung, namun pesta kembang menyambut pergantian tahun tetap akan dilaksanakan di jembatan yang nantinya akan menjadi ikon di Maluku,”tuturnya. (MP-7)


