Bulog Maluku Akan Beli Gabah Petani Buru

Ambon, Maluku Post.com – Perum Bulog Maluku pada masa panen tahun 2016 akan membeli produk petani di Pulau Buru dalam bentuk gabah, bukan lagi berupa beras supaya harganya sesuai dengan harga patokan.
“Tahun 2016 kami coba mengubah pola dengan cara membeli gabah langsung dari petani tidak dalam bentuk beras lagi sebab Bulog Maluku sudah punya mesin penggiling di Pulau Buru,” kata Kepala Divisi Regional Perum Bulog Maluku Faisal Assagaff, di Ambon, Jumat (22/1).
Mudah-mudahan para petani mau menjual dalam bentuk gabah, katanya..
“Saya sudah menyosialisasikan rencana tersebut dengan harapan pada masa panen tahun 2016 para petani bersedia menjual dalam bentuk gabah,” ujarnya.
Dia menjelaskan, Bulog mengubah pola pembelian karena pada masa panen tahun 2015 hanya dapat membeli beras dari petani di daerah itu sebanyak 927 ton saja, pada hal hasil panen cukup banyak.
Hal ini disebabkan karena petani masih mempertahankan harga jual bagi Bulog Maluku yakni Rp8.000/kg, sedangkan harga yang ditetapkan Bulog Maluku sesuai yang ditetapkan pemerintah yakni Rp7.300/kg.
“Coba kalau mereka mau menjual kepada Bulog dengan harga Rp7.300/kg sudah pasti hasil panen tahun 2015 kemarin pembeliannya lebih dari 927 ton,” katanya.
Dia menambahkan, biasanya masa panen raya pasti Bulog Maluku dapat membeli beras langsung dari para petani yang mau menjual dengan harga Rp7.300/kg, tetapi kalau masa paceklik sudah pasti sulit membeli karena harganya tinggi,” ujarnya.
“Padahal, berapapun banyak hasil panen mereka, Bulog Maluku akan membeli asalkan sesuai dengan harga yang ditetapkan Bulog,” ujarnya.
Memang, lanjutnya, para petani setempat selama ini juga menjual ke masyarakat dan kea pembeli antarpulau dengan harga jauh lebih tinggi dari yang ditetapkan Bulog. (MP-4)

Pos terkait