Piru, Maluku Post.com – Desa Neniari, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat lewat salah satu tokoh masyarakat desa Neniari J.W.L, menegaskan Desa Neniari menolak untuk terlibat sebagai peserta Lomba Desa rumah tangga berperilaku bersih dan sehat tingkat Nasional Tahun 2016 yang digelar oleh Kementrian Kesehatan RI.
Benang merah dari sikap tegas Desa Neniari itu, ada kaitannya dengan “janji kosong” Dinas Kesehatan Propinsi Maluku saat Desa Neniari menjadi juara I lomba PHBS tingkat propinsi yang digelar 12 November 2015 lalu.
“Kami merasa dibohongi, karena sejak ditetapkan sebagai juara I lomba PHBS tingkat propinsi, kami tidak mendapat hadiah yang dijanjikan oleh Dinas Kesehatan propinsi Maluku,“ tandas J.W.L di Piru, Senin (25/1).
Memang bagi dia, tujuan dari perlombaan yang digelar pada saat Hari Kesehatan Nasional, bertujuan untuk memberikan kesadaran berperilaku bersih dan sehat bagi rumah tangga yang ada di Desa di Indonesia.
“Memang tujuan dari lomba itu untuk memberikan kesadaran bagaimana pentingnya berperilaku hidup bersih. Namun hadiah yang dijanjikan juga dapat dijadikan stimulus kepada masyarakat,“ ucapnya.
Bukan saja Dinas Kesehatan Propinsi Maluku yang menjadi lampiasan kekesalan pihaknya. Dinas Kesehatan Kabupaten SBB, juga tak luput dari “Semprot” mantan perangkat Desa Neniari itu .
“Mereka (Dinas Kesehatan SBB) sebelum lomba PHBS tahun 2015 itu bolak balik Desa Neniari, tapi sampai saat ini kita tidak tahu Desa mana yang menang lomba. Kita tidak diberitahukan oleh Dinas Kesehatan SBB, kita tahu dari media masa, ” Tandasnya.
Sementara Dinas Kesehatan Propinsi Maluku hingga kini belum sempat dikonfirmasi terkait ancaman pihak Desa Neniari ini.
Untuk diketahui, Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke- 51 yang jatuh pada tanggal 12 November 2015, Dinas Kesehatan (Dinskes) Provinsi Maluku menggelar lomba Desa Rumah Tangga berPerilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh desa yang ada di 11 kabupaten/kota di Maluku dan dimenangkan oleh 10 desa.
Ke- 10 desa tersebut yakni, Desa Niniari Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Desa Waetele Kabupaten Buru, Desa Hutumuri Kota Ambon, Desa Rumalewang Kecil Pulau Wetang Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Desa Kiltay Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Desa Somlain Kabupaten Maluku Tenggara, Desa Saparua Kabupaten Maluku Tengah, Desa Oki Baru Kabupaten Buru Selatan, Desa Taar Kota Tual dan Desa Lumasebu Kabupaten Maluku Tenggara.
Program desa rumah tangga ber-PHBS merupakan program yang telah dicanangkan oleh Kementrian kesehatan RI sejak lama. Dan untuk menyukseskan program tersebut, Dinkes Maluku kemudian menggelar lomba Desa PHBS yang penilaiannya dilaksanakan sejak bulan November 2015.
Program ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat dengan cara mengembangkan cara hidup bersih. Salah satu kriteria yang digunakan untuk menilai semua desa yang mengikuti kegiatan tersebut yakni, desa yang memiliki keluarga bebas rokok, wajib imunisasi bayi dan balita. Dimana, penilaian ini dilakukan oleh petugas kesehatan beberapa tenaga instansi terkait .
Lomba Desa Rumah Tangga ber-PHBS yang digelar November lalu, Dimana juara 1 diberikan kepada Desa Niniari Kabupaten SBB. Juara 2 Desa Waetela Kabupaten Buru dan Juara 3 Desa Hutumuri Kota Ambon. (MP-10)