Dinkes Ambon Data 26 Kasus DBD Tahun 2015

Ambon, Maluku Post.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Ambon mendata kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) selama tahun 2015 sebanyak 26 kasus, di mana satu diantaranya meninggal dunia.

“Di penghujung tahun 2015 sedikitnya lima kasus DBD di kota Ambon yakni satu penderita di kelurahan Honipopu, dan masing-masing dua penderita di Kelurahan Amantelu serta Negeri Halong kecamatan Baguala,” kata Kepala Dinas Kesehatan setempat, Threesje Torry, di Ambon, Rabu (13/1)

Ia menyatakan, 26 kasus penderita DBD tersebar di sejumlah wilayah di kota Ambon diantaranya Negeri Passo lima penderita, delapan kasus di Desa Batu Merah, masing-masing tiga kasus Kelurahan Amantelu dan Hative kecil serta Desa Soya dan Negeri Urimessing masing-masing satu penderita.

“Satu warga meninggal dunia pada Februari 2015. Kami terus berupaya menurunkan jumlah penderita DBD di Ambon dengan melakukan berbagai upaya pencegahan dan antisipasi,” katanya.

Upaya pencegahan telah dilakukan di sejumlah kawasan yang terindikasi sarang nyamuk Aides Aigepty yang menyebabkan penyakit DBD yakni pengasapan atau fogging di kawasan Halong dan Karang Panjang.

Fogging dilakukan guna memberantas serta memutuskan mata rantai penularan nyamuk Aides Aigepty. Diharapkan penyemprotan dan pengasapan di kawasan yang terindikasi DBD akan mematikan nyamuk yang mengandung virus DBD.

Interval waktu yang dibutuhkan untuk membunuh nyamuk beserta jentik yakni dua minggu, di mana pada minggu pertama dilakukan fogging untuk membunuh nyamuk dewasa dan minggu selanjutnya membunuh jentik nyamuk yang berada di sekitar lokasi.

Kewaspadaan warga dilakukan dengan gerakan Pemberantasan Sarang dan Jentik Nyamuk (PSJN) serta pelatihan kader Pantauan Jentik Berkala(PJB).

PSJN dan PJB tersebut dilakukan di tempat umum yakni lingkungan perumahan warga serta sekolah dan lokasi kantor.

Menurut dia, fogging intensif dilakukan di beberapa daerah endemis Malaria dan DBD, di samping sebagai cara terbaik mencegah perkembang biakan nyamuk serta gerakan 3B yakni menguras bak mandi, menutup wadah air dan mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

“Bubuk abate juga dibagikan gratis kepada masyarakat. Stok abate tersedia di Puskesmas. Jadi sekiranya abate yang dibagikan sudah habis masyarakat bisa ke Puskesmas untuk mendapatkan secara gratis karena stoknya tersedia,” katanya.

Dinas Kesehatan Kota Ambon juga mengimbau warga untuk mengantisipasi musim pancaroba yang memicu munculnya berbagai penyakit khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD).

Penyakit yang harus diawaspadai saat musim pancaroba yakni Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA), Demam Berdarah Dengue (DBD) serta gangguan perut.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar agar terjaga dengan baik dengan cara cara menguras bak mandi secara rutin, menanam botol dan kaleng bekas, membersihkan saluran air atau got dan meletakkan Abate dalam bak mandi,” tandasnya. (MP-2)

Pos terkait