Masyarakat Ambon Resahkan Abu Kebakaran

Ambon, Maluku Post.com – Masyarakat Kota Ambon meresahkan abu akibat kebakaran yang terjadi pada beberapa wilayah pegunungan di daerah ini sejak Senin pagi.

Hasil pantauan, Senin (11/1), terlihat sebagian penduduk kota Ambon, terutama di kawasan Belakang Soya hingga kelurahan Batu meja meresahkan abu akibat kebakaran dibawa angin.

Kebakaran hutan yang terjadi di desa Halong dan keluharan Lateri, Kecamatan Baguala, serta desa Soya, Kecamatan Sirimau, sejak hari Minggu sore.

“Lihat saja sejumlah mobil dinas anggota DPRD Kota Ambon yang parkir di halaman kantor tertutup abu akibat kebaran hutan yang ditiup angin sejak pagi hari(Senin),” kata pegawai negeri sipil (PNS) di DPRD Kota Ambon, Devi.

Sedangkan, seorang warga yang bermukim di Desa Galala, Kecamatan Sirimau, Tin (53) yang ditemui di gedung DPRD Kota Ambon mengatakan, abu ini sudah berlangsung sejak Minggu (10/1) malam.

“Apalagi musim kemarau sekarang ini semua pohon di hutan pasti terbakar. Air bersih juga berkurang debitnya sehingga meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Ambon Rustam Latupono memandang perlu Pemkot setempat menindak para oknum pelaku pembakaran hutan.

“Kalau memang terbakar secara alami sebab musim kemarau yang berkepanjangan sekarang ini tidak jadi masalah. Namun, yang sengaja membakar lahan untuk membuka perkebunan harus ditindak,” ujarnya.

Tidak bisa dibiarkan begitu saja, lanjutnya, apalagi kalau terbakar hutan itu terjadi pada daerah-daerah resapan air baku, hal itu tidak bisa dibenarkan walau pun untuk membuka lahan perkebunan.

“Saya mengimbau agar kawasan penyerapan air baku harus dijaga. Air merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat, kalau sekarang sudah terjadi krisis air, lalu terjadi lagi kebakaran hutan, maka dengan sendirinya daerah resapan air akan rusak, maka masyarakat semakin sulit untuk mendapatkan air bersih,” kata Rustam. (MP-3)

Pos terkait