Ambon, Maluku Post.com – Persediaan telur ayam ras di pasar tradisional di Kota Ambon, pada akhir Januari 2016 cukup banyak, hanya saja harganya masih bervariasi yakni Rp1.500 hingga Rp1.800/ butir.
Pantauan di pasar Mardika dan Batu merah, Sabtu (31/1), pedagang tetap menjual telur ayam ras dengan harga berkisar antara Rp1.500 hingga Rp1.800/butir tergantung ukuran besar dan kecilnya telur.
Harga telur ayam ras di Kota Ambon ini sudah bertahan cukup lama yakni Rp1.700 hingga Rp1.800/butir, kecuali akhir pekan ini untuk ukuran kecil dijual Rp1.500/butir dari sebelumnya Rp1.600/butir.
“Harga telur ayam yang dijual disesuaikan dengan di agen. Agen juga menjual dengan harga bervariasi dengan alasan membeli dari Surabaya juga demikian,” kata pedagang telur di pasar Mardika, Rita.
Harga telur yang mencapai Rp1.800/butir ini merupakan harga lama, lanjutnya, sebab saat itu dibeli dari agen dengan harga Rp265.000/ikat (180 butir).
Salah seorang ibu rumah tangga yang ditemui di lokasi pasar Mardika, Silvia, ditemui seusai membeli 10 butir telur mengatakan, harga telur bermacam-macam ada yang Rp1.500 – Rp1.600, bahkan ada yang Rp1.800/butir, sehingga kondisi ini dirasakan tidak benar.
Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) harus melakukan pemantauan dan pengawasan, terutama terkait patokan harga telur.
“Tidak mungkin harga telur ditetapkan tiga macam harga, sedangkan persediaan cukup banyak dan mudah didapat,” tandas Rita.
Biasanya harga telur ayam ini dijual dengan harga Rp1.200/butir dan menjelang hari-hari besar keagamaan melonjak mencapai Rp1,500/ butir dan hal itu bisa dimaklumi.
“Namun sekarang ini hari-hari biasa malahan cukup mahal dan bervariasi. Jadi petugas dari Disperindag Kota Ambon harus melakukan pengawasan baik di tingkat agen pemasok maupun pedagang eceran,” tegas Rita.
Sedangkan telur ayam kampung tetap bertahan yakni Rp3.000/butir dan telur burung puyuh Rp1.000/tiga butir. (MP-4)


