Akibat Ajukan Banding, Hukuman Yermina Larwuy Justru Bertambah

  • Whatsapp

Ambon, Maluku Post.com – Angan-angan salah satu terdakwa kasus dugaan korupsi dana MTQ XXIV tingkat Provinsi Maluku di Dobo ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru untuk diringankan hukumannya oleh majelis hakim kini pupus.

Pasalnya majelis hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Maluku yang mengadili proses banding salah satu terdakwa kasus tersebut yakni Yermina Larwui, memutuskan menaikkan hukuman Yermina Larwuy menjadi 1 tahun 6 bulan penjara. Demikian disampaikan Humas Pengadilan Negeri Ambon, Herry Setiabudi SH kepada wartawan Selasa (9/2) di Ambon.

Muat Lebih

banner 300250

Dijelaskan Setiabudi, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang ada pada Pengadilan Negeri Ambon telah menerima salinan putusan tingkat banding dalam perkara dugaan korupsi dana MTQ tingkat Provinsi Maluku XXIV di Dobo dengan terdakwa, Yermina Larwuy.

“Dalam amar putusannya majelis hakim tinggi memutuskan menambah hukuman penjara kepada terdakwa Yermina Larwuy menjadi 1 tahun 6 bulan penjara, “ ungkap Setiabudi.

Sedangkan untuk putusan lainnya lanjut Humas Pengadilan Negeri Ambon tersebut, yakni hukuman denda dan uang pengganti, putusan majelis hakim tinggi pada pengadilan Tinggi Maluku conform atau sama dengan putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang ada pada Pengadilan Negeri Ambon.

Ditambahkan Setiabudi, salinan putusan majelis hakim pada Pengadilan Tinggi Maluku tersebut baru diterima pihak Pengadilan Negeri pada pekan lalu. dan putusan tersebut telah disampaikan kepada jaksa penuntut umum dan juga kuasa hukum terdakwa Yermina Larwuy.

“Sesuai undang-undang, terdakwa diberikan waktu selama tujuh hari untuk memutuskan apakah menerima putusan tersebut ataukah menemui langkah hukum selanjutnya yakni Kasasi, “ papar Setiabudi.

Untuk diketahui sebelumnya, terdakwa Yermina Larwuy dihadapkan ke depan persidangan oleh jaksa penuntut umum bersama-sama dengan istri mantan Wakil Bupati Aru, Henny Djabumona, Yermina Awal dan Jefrry Oersepuny dengan dakwaan, ke empat terdakwa tersebut diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dana MTQ Aru tingkat Provinsi Maluku XXIV yang berlangsung di Dobo tahun 2012.

Dari hasil persidangan pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang ada pada Pengadilan Negeri Ambon, majelis hakim yang memeriksa, mengadili dan memutuskan perkara tersebut yang dipimpin oleh Halidja Wally selaku hakim ketua. Memutuskan ke empat terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana yang diatur dan diancam dalam pasal 3 junto pasal 18 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi junto Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Dalam amar putusannya majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana korupsi memutuskan terdakwa Yermina Larwuy dan tiga terdakwa lainnya dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun potong masa tahanan dan denda Rp.50 juta. Sedangkan untuk uang pengganti majelis hakim memutuskan hanya tiga terdakwa yakni Henny Djabumona, Renny Awal dan Jeffry Oersepuny yang harus membayar uang kerugian negara dengan jumlah yang bervariasi.

Dimana Henny Djabumona dan Renny Awal diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp.55.600.000.00.- sedangkan Jeffry Oersepuny diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp.10 juta.

Atas putusan majelis hakim tersebut, Yermina Larwuy mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Maluku. Dan sesuai amar putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi Maluku, Larwuy divonis penjara selama 1 tahun 6 bulan potong masa tahanan. (MP-03)

Pos terkait