Saumlaki, Maluku Post.com – Bank Indonesia mendukung program Maluku pintar dengan turut memberikan bantuan buku-buku pelajaran bagi siswa-siswa di dua SMU yang ada di Kota Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB).
“BI ingin menunjang Maluku pintar dengan membantu buku-buku pelajaran untuk SMU Negeri I dan SMU Kristen yang ada di Kota Saumlaki,” kata Pimpinan Perwakilan Kantor BI Provinsi Maluku Wuryanto di Saumlaki, Rabu (24/2).
Dia menjelaskan, buku-buku pelajaran yang dibantu itu juga sesuai dengan permintaan para guru di sekolah, jadi tidak salah sebab sesuai permintaan.
“Bantuan ini tidak berlebihan, sebab tujuannya BI inginkan untuk menunjang program Maluku pintar,” katanya.
Selain itu BI juga hadir di Saumlaki yang merupakan ibukota dari kabupaten yang letaknya berbatasan dengan negara tetangga Australia guna memberikan bantuan ekonomi bagi masyarakat usaha mikro kecil menengah yakni kain tenun ikat, dan juga akan diberikan bantuan juga kepada para perajin patung Tumbur dari kayu.
Dia menjelaskan, hasil percakapan dumlaki pada saat turun langsung ke lokasi untuk melihat dari dekat kegiatan itu, para pekerja tenun mengatakan mereka mengalami kesulitan selama ini pada bahan baku yakni benang.
“Karena itu BI akan membantu, tetapi yang penting sekarang ini adalah dapat menghubungkan para perajin ini dengan pemilik bahan baku dari Surabaya agar ke depan nanti para perajin ini bisa berhubungan langsung dengan Surabaya terkait dengan benang yang merupakan bahan baku,” ujarnya.
“Para perajin ini harus punya akses, sebab selama ini mereka tidak tahu guna mendapatkan bahan baku,” ujarnya.
Bahan baku yang ada di Saumlaki sekarang ini memang dibeli di toko-toko, lanjutnya, tetapi kelihatannya masih kasar, mereka inginkan yang lebih halus makanya itu harus didatangkan dari Surabaya.
“Memang ada juga bahan baku di Saumlaki yakni dari kapas, hanya saja setelah jadi kain untuk dijual cukup mahal, karena itu mereka inginkan dari benang yang sudah jadi tetapi agak halus,” ujarnya.
Jadi BI akan membantu hal itu, lanjutnya, yang penting dapat menghubungkan mereka dengan pengusaha bahan baku tersebut di Surabaya. (MP-3)


