Ambon, Maluku Post.com – DPD partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Maluku akan memprioritaskan kader terbaiknya untuk maju bertarung pada pemilihan kepada daerah (Pilkada) di lima kabupaten/kota di daerah ini pada 2017.
“Kami memberikan prioritas kepada kader partai Gerindra berkualitas dan memiliki elektabilitas untuk maju bertarung dalam Pilkada di Maluku pada 2017,” kata Ketua DPD Partai Gerindra setempat, Hendrik Lewerissa, di Ambon, Kamis (11/2).
Menurut Hendrik, pihaknya telah menginstruksikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) partai Gerindra di lima daerah di Maluku yakni Kota Ambon, Seram Bagian Barat (SBB), Maluku Tengah (Malteng), Maluku Tenggara Barat (MTB) dan kabupaten Pulau Buru, untuk melakukan persiapan, terutama proses pendaftaran dan penjaringan bakal calon (Balon) kepala daerah.
“Pimpinan DPC Lima kabupaten segera membentuk tim penjaringan Balon, selanjutnya melakukan penggodokan sesuai mekanisme dan aturan partai untuk menghadapi Pilkada 2017 mendatang,” katanya.
Kader partai yang diprioritaskan untuk maju bertarung, katanya, tentu dengan mempertimbangkan elektabilitas serta kualitas memadai untuk maju bertarung dalam pilkada 2017.
Kendati demikian, Hendrik mengatakan, bahwa tidak tertutup kemungkinan partai pimpinan Ketua Umum Prabowo Subiyanto tersebut juga mengusung calon calon berkualitas dari luar partai, jika ternyata kader yang ada tidak memenuhi persyaratan minimal yang dibutuhkan untuk bertarung pada Pilkada 2017.
“Terpenting semua balon yang diusung partai Gerindra harus berdasarkan elektabilitas dan kompetitif di samping hasil survey intenal yang dilakukan partai akan menentukan calon yang akan diusung Gerindra menghadapi Pilkada 2017,” katanya.
Dia menambahkan saat ini fungsionaris dan kader partai di lima daerah di Maluku yang akan menyelenggarakan Pilkada 2017 telah melakukan konsolidasi internal untuk menentukan arah dukungan sehingga tepat sasaran dan berpeluang untuk menang.
Khusus hasil Pilkada 2015 pada empat daerah di Maluku, Hendrik mengatakan, partai Gerindra hanya menang di kabupaten Seram Bagian TImur (SBT), sedangkan di Kepulauan Aru, Maluku Barat Daya (MBD) dan Buru Selatan, kader yang diusung kalah dari pasangan lainnya.
“Hasil Pilkada empat kabupaten di Maluku tahun 2015 menjadi pelajaran berharga sekaligus bahan pertimbangan dan evaluasi partai untuk menentukan arah dan kebijakan menghadapi pesta politik di tahun mendatang. Kami tidak ingin mengulang kesalahan yang sama pada Pilkada 2017,” katanya. (MP-2)


