Piru, Maluku Post. Com – Komite Sekolah Dasar Negeri 3 Kairatu, Rabu (3/2) melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang dipimpin oleh Adik Kandung Bupati SBB, Jacobus F.Puttileihalat yakni Fransyane M. Puttileihalat.
Konon Kebijakan yang berbuntut pada aksi komite sekolah SDN 3 Kairatu yakni pergantian Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 3 Kairatu dari Rofinus Open Kame ke Albert Kapitan.
“Aksi Komite Sekolah SDN 3 Kairatu terhadap rencana kegiatan serah terima pergantian Kepsek SDN 3 Kairatu oleh Plt.Kadis Dikor SBB, Fransyane M. Puttileihalat, Komite Sekolah, dan Tokoh Masyarakat menolak tegas rencana itu. tadi kami memblokade pintu masuk sekolah untuk menghalangi kedatangan Plt.Kadis, “ demikian diungkapkan Anggota Komite SDN 3 Kairatu, Fatin Tuasamu kepada media ini via seluler, Rabu (2/3).
Pihaknya bahkan mengancam akan memboikot SDN 3 Kairatu jika rencana pergantian Kepala Sekolah tetap dipaksakan oleh Plt. Kepala Dinas Dikpora Fransyane Puttileihalat. Baginya, Kepala Sekolah SDN 3 Kairatu baru diangkat secara defenitif sejak Oktober Tahun 2015, dan memiliki kedekatan dengan orang tua dan para guru.
“Ini bukan pergantian yang normal, namun ini sudah bersifat politis berhubungan dengan Pilkada tahun 2017 mendatang. Kepala sekolah baru diganti 3 bulan lalu, kalau tidak salah tanggal 5 Oktober 2015 tahun lalu. Masyarakat di sini mendukung beliau untuk tetap menjadi Kepsek, “ kata Tuasamu.
Bukan hanya di SDN 3 Kairatu namun pergantian serupa terjadi hampir di seluruh Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Dia menduga, pergantian Kepsek di hampir seluruh Kecamatan Kairatu adalah taktik politik Fransyane Puttileihalat yang konon kabarnya akan bertarung pada Pilkada SBB 2017 mendatang.
“Saya duga pergantian hampir di seluruh Kecamatan Kairatu itu sebagai taktik politik Kadis yang akan maju di Pilkada 2017. Pergantian Kepala Sekolah harus dilihat dari berbagai aspek, baik dari segi kepangkatan, prestasi dan lain sebagainya. Bukan main copot begitu,” Kesal Fatin.
Menyikapi itu, pihaknya mengaku akan melayangkan surat kepada DPRD SBB untuk ditindaklanjuti. Pasanya apa yang akan dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga SBB inprosedural dan telah meresahkan Komite SDN 3 Kairatu.
“Besok kita akan layangkan surat ke ketua DPRD SBB cq Ketua Komisi C yang membidangi pendidikan. Kami harap masalah pergantian pergantian kepala sekolah secara sepihak di Kecamatan Kairatu ini dapat diselesaikan di DPRD SBB,” harap Tuasamu.
Dia mengaku sangat resah dengan informasi pergantian kepala Sekolah itu, pasalnya waktu Ujian Nasional Tingkat SD, SMP dan SMA semakin dekat. pencopotan Kepala Sekolah akan berdampak pada seluruh proses administrasi Ujian Nasional.
“Ujian Nasional ini semakin dekat, dan seluruh administrasi sehubungan dengan Ujian Nasoinal tengah berlangsung. Kalau terjadi pencopotan, akan berdampak pada Ujian Nasional. Kalau ini terjadi maka kita akan boikot sekolah, “ ucap Tuasamu kecewa.
Sehubungan dengan itu, saat mencoba mengkonfirmasi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Fransyane M. Puttileihalat yang dihubungi via seluler sedang diluar jangkuan (tidak aktif). (MP/10)


