Ambon, Maluku Post.com – PT. PLN wilayah Maluku dan Maluku Utara (MMU) melakukan pemadaman listrik di sejumlah kawasan di Ambon dalam rangka pemeliharaan sejumlah mesin pada lima pembangkit di pulau Ambon.
“Pemadaman listrik dilakukan di sejumlah kawasan di Ambon sejak beberapa hari terakhir guna proses pemeliharaan pembangkit yakni mesin dan jaringan serta terjadinya gangguan travo step up di PLTD Wika Galala,” kata Deputi Manager Hukum dan Humas PT. PLN Wilayah MMU, Eduard Peea, di Ambon, Selasa (16/2).
Pemadaman di kawasan Passo, Batu Gong, Benteng Karang, dusun Amaory, Toisapu, Hutumuri, Rutong dan Leaharipada Selasa (16/2), sejak pukul 09.30 WIT.
Ia mengatakan, pemadaman disebabkan pemeliharaan mesin yakni caterpillar unit empat PLTD Poka dilakukan pemeliharaan radiator ,SWD unit satu PLTD Hative Kecil terjadi kebocoran pipa HSD, pembangkit sewa Wika dilakukan pekerjaan pompa injection water.
Selain itu di pembangkit sewatama terjadi gangguan mesin empat dan sembilan, dan di pembangkit sewa CPI lima mesin mengalami gangguan, saat ini masih dilakukan pekerjaan pemeliharaan.
“Pemeliharaan pembangkit berdampak pada kekurangan daya 3 MW sehingga terjadinya pemadaman. Kami menyampaikan permohonan maaf atas pemadaman listrik yang berdampak pada terganggunya aktivitas masyarakat di sejumlah kawasan tersebut,” katanya.
Menurut dia, pemadaman yang terjadi Senin (15/2) disebabkan gangguan travo step up di PLTD Wika sehingga dilakukan pemadaman disejumlah kawasan sejak pukul 18.00 – 22.00 WIT.
“Akibat gangguan tersebut kami kehilangan daya sistem 12 MW sehingga dilakukan pemadaman bergilir hampir di sejumlah kawasan di pulau Ambon,” ujarnya.
Diakuinya, pemadaman listrik yang dilakukan pihaknya dikarenakan dua faktor yakni terencana dan tidak terencana. Terencana diakibatkan pemeliharaan jaringan dan sebelumnya diberitahukan kepada masyarakat.
Sedangkan pemadaman tidak terencana disebabkan gangguan alam dan mesin dengan waktu pengerjaan tidak dapat maupun diberitahukan lebih dahulu kepada masyarakat.
Eduard menyatakan, saat ini beban puncak PLN Area Ambon mencapai 48,5 MW dengan daya mampu 45,4 MW . Dengan demikian, terjadi kekurangan daya sebesar 3,1 MW.
“Kami berupaya kedepan tidak lagi terjadi pemadaman listrik, pemeliharaan yang dilakukan semata-mata untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya. (MP-5)


