Ambon, Maluku Post.com – Program Presiden Jokowi-JK melalu Kementerian Agraria/Kepala BPN untuk melakukan proyek nasional (Prona) sertifikasi tanah di wilayah perbatasan dinilai strategis menghindari pencaplokan wilayah terluar dari negara lain.
“Kami mendukung penuh kebijakan ini supaya lahan-lahan di kawasan perbatasan tidak menjadi liar,” kata Ketua Komisi A DPRD Maluku, Melkias Frans di Ambon, Kamis (11/2).
Untuk Provinsi Maluku sendiri ada wilayah terluar yang tersebar pada lima kabupaten dan kota sesuai Perpres nomor 33 tahun 2015 harus disertifikasi antara lain Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku Tenggara Barat, Kabupaten Kepulauan Aru, Kota Tual, serta Kabupaten Maluku Tenggara.
Karena itu prona yang masuk di kawasan perbatasan atau beranda nusantara kiranya mendapat perhatian serius.
Menurut dia, soal berapa banyak lahan yang akan disertifikasi nantinya bisa dicicil setiap tahun, yang penting ada programnya.
“Agar pada gilirannya semua tanah di lima daerah itu bersertifikat sehingga dia bertuan dan tidak ada ancaman dari luar untuk mengkomplain sebagaimana yang kita alami beberapa waktu lalu di Ambalat, Sipadan atau Ligitan akibar kuang seriusnya perhatian pemerintah saat itu memfasilitasi dan membiayai sehingga pulau kecil-kecil bisa dirampok negara luar,” tegas Melkias Frans.
Dia juga mengimbau masyarakat harus di wilayah perbatasan untuk membuka ruang karena tanah-tanah di wilayah itu bertuan secara adat.
Karena itu proses alas haknya tinggal dilepas raja atau kepala desa atau kepala pemerintahan karena status kepemelikan jelas secara adat dan tinggal didokumenkan saja oleh negara.
Negara hadir di sana untuk melegalisasi hak rakyat jadi tidak ada tanah yang dicaplok untuk kepentingan negara secara semena-mena, sehingga masyarakat harus membantu proses penugasan dari Kementerian Agria/Kepala BPN agar program ini berjalan sukses.
“Kita dukung penuh dan minta Kepala BPN Maluku, Jakonias Walalayo agar penyerahan perdana sertifikat tanah prona dilakukan oleh menteri secara simbolis baru ditreruskan ke masyarakat,” ujarnya. (MP-3)


