Ambon, Maluku Post.com – Stok beras yang dikuasai Perum Bulog Divre Maluku saat ini tercatat sebanyak 9.000 ton atau cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
“Beras yang ada di gudang Bulog Kota Ambon maupun Kota Tual saat ini bisa memenuhi permintaan masyarakat hingga empat bulan ke depan,” kata Kepala Bidang Pelayanan Publik Perum Bulog Divre Maluku, Kadir Kosso di Ambon, Senin (15/2).
Jadi masyarakat di daerah ini tidak perlu takut, lanjutnya, sebab stok beras yang dimiliki Bulog cukup banyak.
“Malahan Bulog telah mendatangkan lagi sebanyak 5.000 ton dari Jawa Timur untuk menambah stok yang ada sekarang ini,” katanya.
Dia menjelaskan, pengadaan 5.000 ton itu sekarang sudah tiba di Pelabuhan Yos Soedarso Ambon, hanya saja belum dilakukan pembongkaran secara keseluruhan, kemungkinan besok sudah bisa dilakukan pembongkaran lanjutan.
“Jadi kalau besok atau lusa sudah dilakukan pembongkaran beras semua yang ada di atas kapal maka stok beras Bulog Maluku sudah menjadi 14.000 ton,” katanya.
Bulog intensif menjamin stok beras yang ada di Maluku minimal untuk empat hingga lima bulan mendatang, lanjutnya, kemudian pasok lagi.
Hal ini dimaksudkan agar kualitas beras selalu terjaga, karena itu mendekati stok berkurang, maka Bulog membeli lagi beras dari daerah lain.
Dia menambahkan, Bulog Maluku selalu menjaga stok dan juga mempunyai perencanaan, jadi kalau stok berkurang maka akan dibeli lagi, sebab produksi padi di Maluku belum bisa terserap, jadi Bulog tetap membeli dari luar daerah.
Dia mencontohkan, produksi di Pulau Buru hanya untuk keperluan setempat begitu juga di Pulau Seram hanya untuk konsumsi setempat. (MP-6)


