BI Sediakan Rp10 Miliar Ekspedisi Pulau Terluar

Saumlaki, Maluku Post.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku menyiapkan Rp10 miliar guna melakukan ekspedisi ke sejumlah pulau terluar di wilayah Maluku guna pelaksanaan penukaran uang lusuh.

“Selain penukaran uang lusuh dan penukaran uang pecahan mulai dari pecahan Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000, dan Rp50.000 juga dilakukan sosialisasi,” kata Deputy Perwakilan BI Maluku, Joko Triono saat pelaksanaan penukaran uang lusuh di Negeri Jerili, Pulau Serua, Kecamatan Teong, Nila, Serua (TNS), Kabupsten Maluku Tengah, Selasa (29/3).

Dia menjelaskan, kegiatan tim ekspedisi kas keliling dan sosialisasi pulau-pulau terpencil yang dipimpinnya itu sebagai upaya BI bisa menjangkau masyarakat serta dapat memenuhi kebutuhan uang rupiah di daerah-daerah terpencil di Maluku.

“Jadi kegiatan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang rupiah,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, BI juga memiliki tugas untuk menjaga dan mencapai kestabilan rupiah salah satu kebijakan itu adalah melalui penyelenggaraan dan pengawasan penggunaan uang rupiah sesuai kebutuhan ekonomi. Karena itu guna menjaga dan mencapai kestabilan rupiah dilakukan di wilayah kerja BI baik di perkotaan maupun di daerah terpencil,” jelasnya.

Dia mengatakan, ekspedisi ini bukan saja berpusat pada pertukaran uang lusuh saja tetapi dengan harapan masyarakat yang ada di perbatasan tetap mengunakan uang rupiah sebagai alat pembayaran dalam bertransaksi yang sah sebagai warga negara Indonesia.

“Memang di beberapa Pulau terluar di Maluku belum kami temukan adanya penggunaan mata uang asing dalam bertransaksi saat melakukan ekspedisi, oleh sebab itu kami berupaya agar masyarakat tetap mengunakan rupiah saat bertransaksi,” ujarnya.

Tim yang bergerak dari Ambon 28 Maret dan akan berakhir 2 April 2016 dengan menyinggahi 16 pulau terluar di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) Maluku Barat Daya (MBD) di antaranya pulau Serua, Sera, Saumlaki, Tepa, Lakor, Tiakur dan rencananya akan berakhir di Pulau Kambing. (MP-8)

Pos terkait