Danrem: TNI Upayakan Perdamaian Hakiki Mamala-Morela

Ambon, Maluku Post.com – Komandan Korem (Danrem) 151/Binaiya, Kolonel Inf Edy Sutrisno menegaskan, pihaknya terus bekerja keras untuk mewujudkan perdamaian yang hakiki antarwarga Negeri Mamala – Morela, Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

“Pertemuan yang dilakukan malam ini juga merupakan bagian dari upaya kami untuk menciptakan perdamaian antara warga Mamala dan Morela yang sejatinya memiliki hubungan persaudaraan,” kata Danrem Edy Sutrisno, pada acara pertemuan para tokoh dua negeri bertetangga tersebut di Ambon, Selasa (29/3) malam.

Acara itu digagas Korem 151/Binaiya dalam peringatan hari ulang tahunnya, yang digelar di kawasan Tapal Kuda.

Pertemuan itu juga merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan Kodam XVI/Pattimura dalam upaya menciptakan perdamaian abadi antara warga negeri Mamala dan Morela, yang sering kali berbenturan hingga menimbulkan korban harta dan jiwa.

Dia mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan pihaknya selama sebulan terakhir untuk mendamaikan warga kedua negeri bertetangga tersebut agar hidup rukun sebagai sesama saudara.

Sejumlah program yang dilakukan TNI untuk mewujudkan perdamaian di negeri Mamala – Morela diantaranya di negeri Marela yakni pembibitan tanaman pala, durian dan samama, pembuatan keramba ikan di darat, di samping direncanakan pembuatan prasarana umum, seperti lapangan voli dan sepakbola.

Selain itu, renovasi tempat ibadah dan rumah-rumah warga korban konflik, anjangsana bersama atau saling mengunjungi serta bermalam di rumah warga, yakni warga Mamala bermalam di negeri Morela, maupun sebaliknya.

“Insya Allah, nanti bapak Pangdam, Gubernur, Kapolda, Bupati, Kapolres dan Danrem, juga akan tidur bersama dengan warga di dua negeri tersebut. Kita doakan agar niat baik ini menjadi pemicu, contoh dan panutan di wilayah-wilayah lain yang hingga saat ini belum berdamai,” katanya.

Setelah kegiatan anjangsana dan bermalam bersama, Korem Binaya juga merencanakan deklarasi perdamaian yang dilakukan di Gong Perdamaian, di pusat Kota Ambon.

“Kami akan terus mengawal sehingga warga kedua negeri dapat bekerja bersama dengan TNI, Polri dan Pemda,” ujarnya.

Menurut Danrem, sesuai dengan saran dari Raja Mamala maupun Raja Morela maka pada 15 April mendatang akan dilakukan pencerahan atau ceramah rohani di kedua negeri.

Sedangkan pada 16 April 2016 akan dilakukan tahlilan, zikir dan doa bersama di perbatasan kedua negeri dengan melibatkan seluruh warga, sehingga tercipta perdamaian hakiki antarwarga Mamala dan Morela. (MP-3)

Pos terkait