Gubernur – Wagub Maluku Minta Kritikan Positif Masyarakat

Ambon, Maluku Post.com – Gubernur Maluku Said Assagaff dan wakil Gubernur Zeth Sahuburua meminta adanya kritikan positif dari masyarakat terhadap berbagai program pemerintahan, pembangunan dan pelayanan sosial yang dilakukan selama dua tahun kepemimpinan mereka.

“Kami membutuhkan kritikan positif dari berbagai elemen masyarakat, terutama terhadap berbagai program pemerintahan, pembangunan dan pelayanan sosial yang telah dilaksanakan selama dua tahun sejak dilantik menjadi Gubernur dan Wagub Maluku periode 2014 – 2019 pada 10 Maret 2014,” kata Gubernur Said saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) Masyarakat Jazirah Leihitu (Hena Hitu) di Ambon, Kamis (10/3).

Organisasi Hena Hitu sebagai bagian representasi masyarakat di Jazirah Leihitu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, katanya, perlu juga memberikan kritikan positif terhadap berbagai kebijakan dan program pembangunan yang telah dirancang untuk membangun Maluku hingga lima tahun mendatang.

Gubernur berharap, Mubes yang dipimpin Ketuanya Edwin Adrian Huwae yang juga Ketua DPRD Maluku, dapat menghasilkan program yang pro rakyat, termasuk mendukung mendukung berbagai program Pemprov Maluku.

“Terpenting program yang dihasilkan dalam Mubes Hena Hitu harus pro rakyat, terutama untuk menekan dan menurunkan tingkat kemiskinan di Maluku yang masih mencapai 328.410 orang atau 19,51 persen di akhir 2015,” katanya.

Kritikan yang sama juga diharapkan Gubernur, disampaikan oleh kalangan media massa di Maluku, terutama menyajikan berita yang berimbang disertai dengan data akurat, sehingga tidak membingungkan masyarakat.

“Pers harus menyajikan pemberitaan yang akurat dan berimbang. Bukan berita murahan atau isu tidak benar sehingga menjadi koreksi kepada pemerintah dan mendukung pembangunan di daerah ini,” katanya.

Gubernur menegaskan, pada sisa tiga tahun kepemimpinannya bersama Wagub Zeth Sahuburua, keduanya lebih mengutamakan program pro rakyat dengan sasaran utama menurunkan tingkat kemiskinan di daerah ini secara signifikan.

“Kami pada tiga tahun terakhir lebih memprioritaskan program untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat karena dampaknya menurunkan angka kemiskinan dan mengurangi tingkat pengangguran di daerah ini,” katanya.

Mubes yang berlangsung sehari dan diikuti tokoh masyarakat, pemuka agama, tokoh pemuda dari jazirah Leihitu, memilih Adwin Huwae yang juga ketua DPRD Maluku sebagai Ketua untuk periode kepemimpinan 2016-2021, di samping menetapkan program kerja lima tahun mendatang. (MP-5)

Pos terkait