Ambon, Maluku Post.com – Gubernur Maluku Said Assagaff ngotot untuk proses pekerjaan Jembatan Merah Putih (JMP) secepatnya diselesaikan, sebelum kedatangan Wakil Presiden RI Jusuf ke Ambon untuk menghadiri rapat masyarakat perikanan, 16 Maret mendatang.
Ngotot orang nomor satu di Maluku ini terlihat saat sesi Tanya jawab bersama pihak-pihak yang memiliki andil besar dalam penyelesaian Jembatan Merah Putih (JMP) di Ambon, Kamis (3/3).
Apalagi Gubernur juga merasa jenuh, karena setiap hari harus menjawab pertanyaan masyarakat Maluku, khususnya masyarakat yang berada di Pulau Ambon yang sudah ditahan untuk menikmati mega proyek yang dikerjakan dari tahun 2011 lalu.
“Apalagi bagi masyarakat, tidak peduli dengan masalah teknis, bagi warga yang penting bisa diresmikan. Ujar Assagaff.
Ungkapnya, memang rencana peresmian JMP akan baru dilaksanakan di bulan April mendatang, itupun kalau pak Presiden mempunyai waktu kosong. Untuk dirinya akan meminta pak Wapres untuk meresmikan saat kunjungannya.
“Saya takutnya kalau pas pak Wapres datang, dan pak Presiden bilang diresmikan saja. Makanya saya tanya bisa tidak, kan ada 13 hari kedepan. Kan diresmikan saja dulu, fungsinya belum, nanti saja,” tandas Gubernur.
Merasa ditekan, Kepala Sub Bagian (Kasubid) Jembatan dan Terowongan, Kementrian PUPR RI Iwan Zarkasi, meminta Gubernur bahkan Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PR) Basuki Hadimulyono, untuk membuat surat pernyataan bertangungjawab terhadap resiko apapun yang akan terjadi apabila memaksa JMP diresmikan.
“JMP ini belum ada marka jalan. Lagian setelah kita uji coba, harus evaluasi dulu, sehingga bisa mengetahui struktur mana saja yang perlu ditambah. Semua ini juga demi keselamatan masyarakat selaku pengguna,”ucapnya.
Ditambahkannya, JMP jembatan khusus, bukan jembatan biasa. Sehingga dibutuhkan tahapan-tahapan yang harus dikaji dengan teliti dengan menggunakan alat dalam mengontrol semua struktur jembatan, dan alat yang dibutuhkan satu dua alat, tetapi membutuhkan banyak rangkaian alat.
“Bagi kami keselamatan pengguna JMP lebih penting dari segalanya,”tegasnya. (MP-7)


