Ambon, Maluku Post.com – Richard Louhenapessy mengisyaratkan tidak mendaftar lagi di PDIP Kota Ambon, yang kembali membuka pendaftaran setelah ditutup pada 1 Maret 2016, dengan pertimbangan jumlah kursi partai politik (Parpol) pengusung sudah cukup.
“Khan kuotanya tujuh dari 35 kursi di DPRD Kota Ambon sehingga pertimbangan sementara sudah terlampaui rekomendasi dari Parpol,” katanya, di Ambon, Rabu (16/3).
Richard yang Wakil Ketua Bidang Hubungan Yudikatif dan Eksekutif DPD Partai Golkar Maluku adalah Wali Kota Ambon dengan masa jabatan berakhir pada 4 Agustus 2016.
“Jadi sekiranya Partai Golkar dan Partai Gerindra yang mengusung pada Pilkada 2011 saat ini dengan masing – masing empat kursi, maka sudah melebihi ketentuan tujuh kursi. Ini pun belum ditambah partai politik (Parpol) lainnya yang telah menyatakan kesediaan memberikan rekomendasi,” ujarnya.
Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Ambon itu berkeinginan pesta politik yang dijadwalkan pada 15 Februari 2017 itu diikuti lebih dari dua pasangan calon.
“Kompetisinya ramai bila calon Wali Kota – Wakil Wali Kota (Wawali) lebih dari dua pasangan, karena ini mencerminkan dinamika politik di Kota Ambon dinamis,” kata Richard.
Dia mengakui, awalnya telah mengambil formulir di PDIP. Namun, karena terbentur berbagai kegiatan, baik di luar maupun dalam Kota Ambon sehingga tidak berkesempatan mendaftar.
“Saya meminta maaf kepada para pimpinan, anggota dan simpatisan PDIP Kota Ambon karena tidak mengembalikan formulir,” tandasnya.
Balon Wali Kota yang telah mendaftar di PDIP adalah Kadis Sosial Maluku Paulus Kastanya, Kadis PU Kota Ambon Brury Nanulaitta, kader PDPI Jhon Jokohael, dan pengusaha Felix Christianto.
Sedangkan Balon Wawali adalah Sam Latuconsina, Mohammad Tadi Salampessy, Sam Hatapayo, Abubakar Hentihu, Ridwan Marasabessy dan Yusuf Wally.
Richard belum memutuskan calon Wawalinya dengan alasan masih menunggu hasil survei.
Sam yang Wawali Ambon saat ini intensif membangun komunikasi politik dengan Paulus Kastanya.
Pasangan lainnya yang mengikuti Pilkada Kota Ambon pada 2012 adalah Hesina Huliselan – Machfud Waliulu (SELALU), Daniel Palapia – La Suryadi (DAYA), Ferry Wattimury – Awat Tenate (Wate) dan Paulus Kastanya – La Hamsidi (KASIH). (MP-6)


