Ambon, Maluku Post.com – Kepala Divisi Regional Perum Bulog Maluku Faisal Assagaff mengatakan operasi pasar (OP) berupa penjualan beras langsung ke masyarakat bertujuan menjaga kestabilan harga di pasar.
“Jadi tujuan OP untuk menjaga jangan sampai harga beras, terutama medium seperti cap dua udang dan phinisi, naik tinggi di pasar,” katanya di Ambon, Kamis (3/3).
Dia mengakui, setiap kali terjadi kenaikan harga maka Bulog diperintahkan untuk segera melakukan operasi pasar.
Ia juga menyatakan pelaksanaan OP selama ini cukup baik, terbukti dari harga beras khususnya di Kota Ambon yang sudah mulai bergerak turun.
“Malahan kalau menurut saya pelaksanaan OP sudah bisa dihentikan, karena harga beras di pasar sekarang ini sudah stabil,” katanya.
Faisal mengatakan, beras operasi pasar merupakan beras cadangan bantuan pemerintah yang dipakai oleh Bulog dan kedepan nanti akan dilihat lagi kalau memang tidak terlalu penting maka tidak dilakukan sebab akan digunakan untuk keperluan lain lagi.
“Kecuali kalau terjadi lagi gejolak harga di pasar maka Bulog akan lakukan operasi pasar lagi,” ujarnya.
Sepengetahuan saya, lanjutnya, sejumlah daerah harga beras sudah mulai turun mengingat sudah mulai memasuki masa panen, da pada saat musim biasanya harga beras turun.
“Memang disadari pada bulan Januari dan Februari itu memang masa kritis, tetapi setelah memasuki awal Maret terutama daerah-daerah produsen di PAulau Jawa dan juga Sulawesi Selatan sudah mulai musim panen dan harga cenderung turun,” ujarnya.
Pantauan Antara di pasar tradisional Mardika maupun Batu merah, beras premium seperti Tawon dan Bulir mas Rp13.000/kg, beras medium seperti beras dua udang dan juga WTJ Pinisi rata-rata Rp12.000/kg, sedangkan beras operasi pasar Bulog Rp8.100/kg. (MP-8)


