Langgur, Maluku Post.com – Kebutuhan pangan di Kabupaten Maluku Tenggara selama ini bergantung dari daerah pusat pertumbuhan pangan seperti Surabaya, Manado dan Makasar, terkait dengan hal itu, berbagai upaya dilakukan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) untuk mewujudkan kemandirian pangan di daerah tersebut.
Kepala BKP Kabupaten Malra, Arifin Rahajaan di Langgur, Sabtu (23/4) mengatakan untuk menjawab semua permasalahan ini, maka pihaknya sudah menjalankan program yang mengupayakan agar kemandirian pangan di Maluku Tenggara bisa terwujud
“Buktinya berkat kerja keras dan dukungan dari masyarakat maupun semua stakeholder di daerah ini, maka Kabupaten Malra saat ini, sudah ada peningkatan status menjadi kedaulatan pangan, artinya mampu atau tidak, kita harus berusaha untuk menyiapkan pangan kita sendiri,” ungkapnya.
Menurut Rahajaan, pihaknya sudah membentuk beberapa kawasan untuk menjadikannya sebagai kawasan yang mandiri terhadap pangan sehingga kedepan nanti, kabupaten Malra bisa menyiapkan pangannya sendiri.
“Untuk mewujudkan itu, maka baik dari APBD I maupun APBN bersinergi dan berkoordinasi untuk mewujudkan ketahanan pangan itu. Untuk dana APBN selama 3 tahun ini, BKP Kabupaten Malra, mendapat alokasi anggaran untuk melaksanakan kegiatan yang namanya kawasan mandiri kepulauan,”ujarnya.
Dijelaskan Rahajaan, pihaknya sudah membentuk kawasan terdiri dari lima ohoi (desa) dari tahap awal pada kawasan Kei Kecil waktu itu pada Ohoi Dian Pulau, Dian Darat, Tetoat, Letvuan, dan Madwat, kemudian berikutnya kawasan Kei Besar itu ada di wilayah Ohoi Ler Ohoilim, Udar, Karker, Karkarit, dan Harangur, Kemudian yang terakhir ini beberapa Ohoi yang mendapat alokasi yakni di Ohoi Loon, Kilanit, Dun Wahan, dan Ngilngof serta Letman.
Rahajaan mengharapkan, kawasan-kawasan tersebut yang nantinya akan menjadi pusat pertumbuhan untuk penyiapan pangan yang bisa menjadi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Malra baik pangan lokal umbi-umbian baik itu sayuran maupun buah-buahan.
“Hal ini dilakukan agar kesejahteraan masyarakat di daerah ini terus ditingkatkan dan ketahanan pangan terus berkembang menjadi lebih baik,” ungkapnya. (MP-16)


