FPMM Apresiasi Pemekaran Kabupaten Kei Besar

Tual, Maluku Post.com – Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) menyatakan apresiasi dan dukungannya atas rencana pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Kei Besar. hal ini disampaikan Ketua FPMM Hi. Umar Ohoitenan di Tual, Minggu (17/4).

Ohoitenan menyatakan dukung penuh atas rencana pemekaran Kabupaten Kei Besar hal ini disebabkan selama ini dijuluki sebagai kecamatan tertua di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), namun hingga kini kondisinya masih tertinggal.

“Kei Besar sudah waktunya untuk dimekarkan, apalagi sejumlah persyaratan yang diminta telah memenuhi ketentuan perundang-undangan yang telah di tetapkan oleh Pemerintah Pusat,” tegasnya.

Ohitenan meminta Gubernur Maluku dan Bupati Malra, segera mengambil langkah dalam upaya mendorong percepatan pemekaran Kabupaten Kei Besar. Pihaknya juga meminta 25 anggota DPRD Maluku Tenggara untuk turut serta mengambil sikap mendukung  pemekaran Kei Besar.

“Pemerintah daerah serta DRPD Maluku Tenggara harus bergandengan tangan karena kepercayaan seluruh masyarakat Kei Besar ada di pundak di kedua lembaga ini,” cetusnya.

Dikatakan, kabupaten Malra hingga sudah telah melahirkan 5 Kabupaten/kota lagi sementara sejumlah DOB sedang dipersiapkan untuk dimekarkan selain Kei Besar seperti Tanimbar Utara, Aru Perbatasan, dan Kepulauan  Terselatan.

“Ini juga menjadi salah syarat dimekarkannya Provinsi Maluku Tenggara Raya,” cetus Ohoitenan.

Terkait itu, dirinya meminta 5 pimpinan daerah di kawasan Maluku Tenggara baik Bupati maupun Wali Kota serta pimpinan dan anggota dewan setempat untuk segera berkoordinasi dalam rangka menyikapi wacana Pemekaran Provinsi Malra Raya.

“Jangan duduk diam atau lenggang kangkung  karena suara rakyat ada di pundak bapak dan ibu  anggota DPRD maupun juga Wali Kota serta juga Bupati. Karena kalau bukan kalian lalu siapa lagi,” imbuhnya.

Ohoitenan pun mengajak seluruh pemuda se-Maluku Tenggara Raya bersama  Pemda masing-masing berjuang untuk pemekaran provinsi di kawasan tesebut.

“Rekan-rekan pemuda dimana saja berada mari kita turut serta dengan memberikan  saran  maupun pendapat dalam rangka memajukan daerah kita yang berlimpah hasil kekayaan alamnya bagi kesejahteraan masyarakat ,“ ajaknya.

Ohoitenan menegaskan sudah saatnya masyarakat di kawasan Malra Raya berdiri sendiri. (MP-13)

Pos terkait