Ambon, Maluku Post.com – Gubernur Maluku Said Assagaff meresmikan Kantor Dinas Perhubungan (dishub) Maluku yang berada di jalan Dr. Malaihollo – Air Salobar, Ambon, Senin (25/04). Peresmian Kantor Dishub ini turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahubura, Sekretaris Daerah, Hamin Bin Tahir serta SKPD dan jajaran Dishub Maluku.
Gubernur Maluku dalam arahannya, mengatakan peresmian kantor Dishub Maluku merupakan kerinduan dari jajaran Dinas perhubungan provinsi Maluku untuk memiliki sebuah gedung kantor yang representatif. Untuk itu, dengan ketersediaan fasilitas kerja yang representatif dapat mendorong kinerja seluruh jajaran Dishub Maluku dalam mencapai kinerja yang tertinggi.
Sementara itu, Kepala Dishub Maluku, Benny Gaspersz dalam laporannya, mengatakan desain awal pembangunan kantor Dinas Perhubungan dibuat oleh dua orang yang sangat berjasa, yaitu Gerald Mailoa dan mantan pejabat Dinas Perhubungan, Almarhum Jhon Pelupessy yang dikerjakan tahun 2010. Proses perencanaan kemudian dimatangkan oleh PT. Tatas spectra. Kemudian, tahun 2011 barulah pembangunan tahap pertama dilakukan dengan alokasi dana Rp. 966.795.000. Tahap kedua di tahun 2012 menelan anggaran Rp. 3.519.500.000 dan tahap ketiga tahun 2013, Rp 2.697.355.000. kemudian dilanjutkan pada tahun 2015 dengan alokasi dana Rp. 10.754.550.000.
“Sehingga total biaya pembangunan baik pekerjaan fisik maupun konsultan sebesar Rp. 18.363.200.000, dengan luas keseluruhan bangunan tiga lantai totalnya 3.302 m2.” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur Assagaff juga menyempatkan untuk meresmikan lima buah bus besar BRT, yang merupakan bantuan Kementrian Perhubungan (Kemenhub), direktorat perhubungan darat.
Terkait dengan kelima bus besar BRT bantuan Kemenhub, Gaspersz katakan bahwa direncanakan bus tersebut akan beroperasi pada koridor 1 Ambon – Hattu.
“Kita menentukan koridor 1, Karena jalannya memungkinkan untuk bus besar BRT untuk melewati, namun untuk jalur lainnya sangat sempit, mengingat bus ini cukup besar. Jadi kita mengambil jalur yang tidak mengganggu kendaraan yang lain,”ujarnya.
Dijelaskan Gaspersz untuk tarif yang akan dikenakan sangat kompetitif, bahkan terjangkau oleh masyarakat, karena sesungguhnya hakekat utama dari tugas dari aparatur Dinas Perhubungan adalah melayani masyarakat kecil semaksimal mungkin, khususnya pelayanan bidang transportasi.
Ditanya pengelolaan, kata orang nomor satu di Dinas Perhubungan ini, kelima bus akan diserahkan ke Perusahaan Daerah (PD) Panca Karya.
Dirinya berharap dengan bantuan lima bus, dapat membantu masyarakat dalam mempercepat akses transportasi dari dalam maupun luar kota.(MP-7)


