Ambon, Maluku Post.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Maluku terus melakukan berbagai upaya dalam mendorong percepatan, pengembangan dan perluasan transportasi di Maluku, terkhususnya pengembangan bandara. Dan dalam tahun ini, Dishub Maluku memprioritas 10 bandara yang tersebar di beberapa daerah.
Kepala Dishub Maluku Beny Gaspersz di Ambon, jumat (15/4), mengatakan delapan bandara tersebut, yakni bandara Namniwel dengan eksisting runway 664×30 meter, pesawat maksimal rencana ATR 42. Dimana pekerjaan yang dilakukan, yaitu lanjutan pembuatan jalan lingkungan dan parkir, pekerjaan pagar pengaman bandara, land clearing area sisi darat dan pekerjaan galian obstacle bukit sisi udara guna pemenuhan standard. Bandara Namrole dengan eksisting runway 950×23 meter, pesawat maksimal ATR 42-200, yaitu perluasan apron 60m x 80m menjadi 110m x 80m dan pembangunan gedung PKP – PK dan parkir.
“Untuk Bandara Banda Neira dengan eksisting runway 900×30 meter, pesawat maksimal cassa-212,DHC6, perluasan parkir kendaraan. Bandara Wahai dengan eksisting runway 750×23 meter, pesawat maksimal cassa-212, dengan penyusunan master pland. Bandara Kufar dengan eksisting runway 900×23 meter,”ungkapnya.
Selain itu, Lanjut Gaspersz, dalam hal ini peninjauan ulang rencana induk dan pembukaan pagar bandara SBT-Kufar. Bandara Amahai dengan eksisting runway 750 x 23 meter, pesawat maksimal cassa-212, yaitu pembuatan studi rencana induk. Bandara Larat dengan eksisting runway 850×23 meter, pesawat maksimal cassa-212, yaitu penyusunan RTT sisi udara dan penyusunan KKDP dan BKK. Bandara Moa dengan eksisting runway 1.150 x23 meter pesawat maksimal rencana ATR 72.
“Pembangunan pagar BRC. Bandara Kisar dengan eksisting runway 950 x 23 meter, pesawat maksimal cassa-212, yaitu pekerjaan pembuatan pagar BRX dan penyusunan RTT Bandar udara. Bandara Dumatubun dengan eksisting 1.300 x 30 meter, pesawat maksimal ATR 72, dengan mengadakan angkutan perintis sebanyak 9 rute, Ambon – Namlea, Ambon – Wahai, Ambon – Banda, Ambon – Kufar, Kisar – Moa, Ambon – Kisar, Kisar – Saumlaki, Saumlaki – Larat dan Langgur – Larat.” Ujarnya.
Dijelaskan Gaspersz, lanjutan Pemotongan Tanah Batuan, pembuangan serta Urugan/Pemadatan Tanah dan pembuatan talud penahan timbunan di Shoulder. Bandara Dobo dengan eksistin runway 1.300 x 23 m, pesawat maksimal ATR 42. Dilakukan pelebaran landas pacu dari 23 M menjadi 30 M, perpanjangan landas pacu (100m x 30m) sampai dengan Aspal Hotmix, pembuatan pagar pengamanan bandara dengan BRC, lanjutan pembuatan saluran terbuka type II dan pengadaan dan pemasangan energi terbarukan solar cell 10 KVA.
Gaspersz berharap dengan pengembangan 10 bandara ini dapat meningkatkan akses transportasi terkhususnya udara di Maluku. (MP-7)


