Kondisi Operasional Bank Maluku Malut Cukup Sehat

Ambon, Maluku Post.com – Walaupun saat ini Bank Maluku Malut sementara ini dilanda persoalan hukum, namun kondisi operasional di bank yang merupakan aset daerah ini masih cukup sehat dan eksis.

Direktur Utama Bank Maluku Malut Idrus Rolobessy, di Ambon, Jumat (22/4) mengatakan pada umumnya ukuran kinerja suatu perbankan ada beberapa indikator kinerja, diantaranya total aset sejak 2014-2015 bahkan triwulan I 2016 mengalami peningkatan. Sesuai hasil audit 2014 sebesar Rp. 4,5 triliun, 2015 meningkat menjadi Rp. 5,1 triliun da sampai Maret 2016 menjadi Rp. 6,4 triliun. Dana pihak ketiga yang terdiri dari giro, tabungan dan deposito, pada tahun 2014 Rp. 3,3 trilun, 2015 Rp. 3,7 triliun , Maret 2016 Rp 5,4 triliun.

“Untuk Kredit yang diberikan pada tahun 2014 Rp. 3.082 triliun, 2015 3,239 triliun, sedangkan Maret 2016, Rp. 3,238 triliun. Laba sebelum pajak diakhir tahun 2014 Rp. 659 juta, 2015 Rp. 214 triliun, dan Maret 2016 Rp 62,4 miliar, sedangkan laba setelah pajak akhir tahun 2014 Rp. 1 triliun, 2015 Rp. 145 triliun, Maret 2016 46 triliun.”ungkapnya.

Menurut Rolobessy, rasio modal (CAR) akhir 2014 Rp. 15,83 persen, akhir 2015 Rp. 145 18,05 triliun dan Maret 2016 19,18 persen. Sementara itu, tingkat kesehatan bank, tahun 2014 cukup sehat, 2015 cukup sehat dan maret 2016 cukup sehat.

“Sehingga, dari ketujuh indikator tersebut menandakan kondisi operasional bank dikategorikan cukup sehat dan berjalan sebagaimana biasanya, walaupun sementara ini Bank Maluku Malut dilanda dalam kasus korupsi,”ucapnya.

Selain itu, Rolobessy membantah pasca penggeledahan yang dilakukan Kejaksaan Tinggi Maluku (Kejati) beberapa waktu, sempat membuat nasabah panik sehingga menarik semua tabungannya.

“Hal tersebut tidak benar, semua masih berjalan seperti biasa,”tuturnya. (MP-7)

Pos terkait