Saumlaki, Maluku Post.com – Rencana Pemerintah Pusat untuk meningkatkan status Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Saumlaki yang berlokasi dipetuanan desa Olilit kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara Barat menjadi Pangkalan Utama hingga saat ini sedang dalam proses. Peningkatan status Lanal Saumlaki ini sudah pasti membutuhkan lahan yang cukup untuk kepentingan pembangunan sarana dan prasarana penunjang.
Komandan Pangkalan Angkatan Laut (DanLanal) TNI AL Saumlaki, Letkol laut (P). Wirawan Adi Prasetia di Saumlaki, Jumat (22/4) mengatakan, seiring dengan rencana tersebut, maka belum lama ini pihaknya telah melakukan berbagai terobosan yakni melakukan pendekatan dengan para pemilik petuanan diseputaran lokasi Mako Lanal Saumlaki. Pertemuan yang digelar itu turut dihadiri Pemerintah Desa Olilit.
“Rencana peningkatan status dari saat ini Tipe C menjadi Tipe B hingga Tipe A, setidaknya membutuhkan lahan seluas 78 hektare. Oleh karena itu kami mulai membuat sosialisasi kepada masyarakat, Pemerintah Daerah dan terutama kepada masyarakat pemilik lahan. Istilahnya kami meminta izin, bahwasanya kedepan Negara dalam hal ini TNI Angkatan Laut membutuhkan tanah-tanah mereka untuk dijadikan pangkalan,”. ungkapnya.
Sebelumnya sejumlah masyarakat yang telah mendengar informasi ini mengaku bingung, oleh karena jika luas lahan itu digunakan oleh Lanal maka sudah pasti pembangunannya akan masuk hingga kawasan pemukiman penduduk, dan bahkan bukan tidak mungkin sejumlah rumah warga akan dialihkan ketempat lain.
Menanggapi hal itu Danlanal menjelaskan bahwa luas lahan yang bakal diperuntukkan bagi pembangunan Pangkalan TNI AL seluas 78 hektare tersebut tidak hanya berlokasi di petuanan masyarakat Olilit Barat, namun menyebar di beberapa kawasan di kepulauan Tanimbar.
“Memang disekitar areal Lanal ini akan diperuntukkan khusus bagi militer yakni TNI AL. tentunya pasti akan nada kekurangan lahan, tidak mungkin rumah penduduk diambil, nah tidak mungkin. Jadi nanti wilayah itu akan tersebar diseluruh pelosok kepulauan Yamdena, sampai ada juga di pulau Selaru, di pulau Larat. Tapi nanti dalam satu komando Lantamal. Kalau diseputaran ini yang pasti wilayah-wilayah ini akan diambil untuk pembangunan” Jelas Danlanal sembari menunjukkan petuanan warga Olilit Barat yang masih kosong dan berlokasi didepan dan samping Markas komando (Mako) Lanal Saumlaki.
Menurut Wirawan, rencana baik Pemerintah Pusat ini mendapat dukungan positif dari masyarakat, sehingga sebagaimana gantinya, Negara akan memberikan ganti rugi lahan sebagaimana hasil kesepakatan bersama antara TNI AL dengan masyarakat pemilik lahan.
“Saat ini sementara digodok di Markas Besar TNI AL, jadi kita tunggu saja waktunya namun yang pasti dalam tahun ini sudah bisa terlaksana”. Pungkasnya.
Perlu diketahui, Pemerintah saat ini sedang berupaya untuk melakukan perubahan status Lanal Saumlaki menjadi Pangkalan Utama. Hal ini seiring dengan kebijakan Kepala Staf TNI Angkatan Laut untuk reorganisasi sejumlah pangkalan angkatan laut, termasuk Lanal Saumlaki, dimana wilayah kerja Lanal Saumlaki saat ini sudah dimulai dari Kepulauan Tanimbar, pulau Babar, Moa, sampai dengan Pulau Wetar dan ke utara. Dari segi wilayah kerja saja berarti Lanal Saumlaki memiliki wilayah kerja perairan yang berbatasan dengan Australia dan Timor Leste, termasuk Alur Laut Kepulauan atau ALKI tiga. (MP-14)


