Rahakbauw Minta Gubernur Copot Direktur RSUD Dr. M Haulussy

Buntut Gaji Security Dan Tunjangan Dokter, Bidan Tak Dibayar 

Ambon, Maluku Post.com – Walaupun tenaga dokter dan bidan/suster sudah bisa dikatakan memadai di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. M. Haulussy, Ambon, namun pelayanan yang diberikan dianggap kurang maksimal.

Hal ini disebabkan karena jasa tunjangan dokter dan bidan serta perawat yang berasal dari pelayanan BPJS dirampas oleh oknum-oknum yang ingin memperkaya diri di RSUD Dr. M. Haulussy. Tak hanya merampas tunjangan dari dokter dan bidan, pihak RSUD Dr. M. Haulussy Ambon juga tidak membayarkan gaji security.

“Dokter, bidan dan perawat semuanya mengeluh sebagai akibat uang jasanya dipotong bahkan tahun 2015 kemarin pun tidak dibayarkan sama sekali,” kesal Wakil Ketua DPRD Maluku, Richard Rahakbauw di Ambon, Rabu (13/4)

Dijelaskannya, gaji security yang dibayarkan selama ini selalu terlambat satu bulan dan yang lebih parahnya lagi gaji yang diberikan di bawah UMR atau selama ini gaji security hanya mencapai Rp. 1 juta bahkan Rp. 600 ribu. Ulah dari pihak RSUD Dr. M Haulussy ini membuat pelayanan di rumah sakit yang sudah berakreditasi B menjadi kurang maksimal.

Wakil Ketua DPRD Maluku, Richard Rahakbauw yang geram mendengar hal ini langsung mendesak Gubernur Maluku Said Assagaff untuk mencopot Justini Pawa sebagai Direktur RSUD Haulussy

“Saya Minta Direktur RSUD Haulussy harus dicopot”tegasnya

Dirinya juga berharap pihak BPK agar mengaudit RSUD karena dirinya menduga ada tindakan pidana korupsi di instansi tersebut

“Permainan ini harus dibongkar, karena Direktur RSUD dinilai tidak bijaksana dengan memangkas biaya jasa dari tenaga medis sehingga berdampak terhadap kinerja yang tidak maksimal dalam melayani masyarakat,” tandasnya. (MP-7)

Pos terkait