Ambon, Maluku Post.com – Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IX Maluku – Maluku Utara akan membuat ruang terbuka hijau (RTH) di sekitar Jembatan Merah Putih (JMP) yang diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden Joko Widodo pada 4 April 2016.
“Kami akan membuat RTH pada bagian bawah jembatan pendekat sisi Galala maupun Poka, sehingga menambah kecantikan JMP sebagai jembatan terpanjang dan termegah di kawasan Timur,” kata Kepala Satuan Kerja (Satker) JMP, BPJN IX Maluku – Maluku Utara, Christian Lesmono, di Ambon, Jumat (8/4).
Christian mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp37 miliar untuk membuat RTH tersebut.
“Kami sedang mempersiapkan administrasi untuk melakukan pelelangan dengan sistem dalam jaringan (online) dalam waktu dekat ini. Diharapkan pada 2017 mendatang proyek RTH telah rampung dan dapat dinikmati oleh masyarakat di Ambon,” katanya.
Dia mengatakan, bagian bawah jembatan bentangan pendekat arah Galala dan Poka yang selama ini dijadikan tempat kerja dan penumpukan material saat pembangunan JMP, akan diubah jalur hijau yang dilengkapi dengan taman serta fasilitas olahraga, sehingga bisa dinikmati masyarakat di ibu kota provinsi Maluku tersebut untuk berekreasi.
Selain RTH, anggaran puluhan miliar tersebut juga akan digunakan untuk membangun kantor pemeliharaan dan pengawas jembatan pada bagian jembatan pendekat Galala yang berfungsi untuk memantau dan mengawasi seluruh aktivitas kendaraan yang melewati jembatan sepanjang 1.140 meter tersebut.
Diakuinya, setelah aktivitas transportasi beroperasi normal pada jembatan termegah di kawasan timur tersebut, maka masyarakat akan dilarang berjalan kaki di atas jembatan, maupun menghentikan kendaraan untuk berfoto dan menikmati pemandangan Kota Ambon dari atas jembatan.
“Jadi setelah jembatan beroperasi, maka warga tidak bisa lagi berjalan kaki atau menghentikan kendaraannya untuk sekedar ber ‘selfie’ diatas jembatan. Kegiatan seperti berfoto bersama keluarga hanya bisa dilakukan dari bawah jembatan atau pada RTH yang akan dibangun,” katanya.
Dia menambahkan, saat ini JMP sedang ditutup sementara dari berbagai aktivitas masyarakat guna mengindari terjadinya kecelakaan kerja berkaitan dengan kegiatan pembongkaran tower crane setinggi 100 meter.
“Berdasarkan kesepakatan bersama dengan Pemprov Maluku, Dinas Perhubungan Maluku, serta instansi teknis lain, JMP akan dibuka untuk umum pada Minggu (10/4) dengan kegiatan “car free day” (hari bebas kendaraan) mulai pukul 06.. WIT hingga pukul 10.00 WIT,” katanya. (MP-3)


