Struktur DPP Hena Hetu 2016-2021 Resmi Terbentuk

Huwae: Berupaya Jasirah Leihitu Jadi Pilot Project Laboratorium Umat Beragama di Indonesia

Ambon, Maluku Post.com – Secara sah struktur dan personalia Dewan Pengurus Pusat (DPP) perhimpunan anak negeri Jazirah Leihitu (Hena Hetu) Periode 2016-2011 terbentuk, yang diketuai Edwin Adrian Huwae, SH, hal ini merupakan tindaklanjut Musyawarah Besar (Mubes) ketiga Hena Hetu yang berlangsung 10 Maret 2016 lalu, di gedung islamic center, serta persetujuan tandatangan oleh 22 latupati yang ada di jazirah Leihitu Barat, Leihitu, dan Salahutu.

“Hal ini menjadi legitimasi bagi DPP Hena Hetu untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab pengabdiannya bagi jazirah Leihitu, bersama-sama masyarakat Maluku, dan lebih khusus di jazirah Leihitu dan Salahutu, guna mendorong Maluku yang lebih baik, rukun, berkualitas, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan lebih fokus untuk memberdayakan masyarakat Jazirah agar bisa lebih mandiri dari sisi ekonomi,”ujar Ketua DPP Hena Hetu Huwae di Ambon, Jumat (29/04/2016).

Menurut Huwae, sesuai hasil Mubes ketiga Hena Hetu, ada enam poin rekomendasi yang menjadi tugas dari kepengurusan Hena Hetu 2016-2021 untuk dilaksanakan, pertama berkaitan konsestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017, maka DPP Hena Hetu akan mendukung anak jazirah yang maju sebagai calon Bupati atau Wakil Bupati guna memenangkan konsestasi Pilkada serentak di Kabupaten Maluku Tengah

“Yang kedua, DPP Hena Hetu berkomitmen untuk menjadikan jazirah Leihitu menjadi kabupaten otonomi baru yang terpisah dari Kabupaten Maluku Tengah. Ketiga, DPP Hena Hetu akan selalu berperan, berkontribusi positif bagi seluruh kepentingan masyarakat Maluku maupun Indonesia dalam merumuskan rancangan peraturan pemerintah tentang syarat-syarat pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) untuk menjadi peraturan pemerintah nasional. “ ungkapnya.

Dikatakan pula, poin keempat, yakni mendesak DPRD Kabupaten Maluku Tengah untuk segera melakukan pembahasan rancangan peraturan daerah inisiatif dewan, tentang pembentukan desa administratif dan pembentukan kecamatan tanjung sial dan Leihitu Timur. Dan poin Kelima, mendorong pembangunan yang lebih baik lagi di wilayah Jazirah terutama membangun Rumah Sakit yang respresentatif di jazirah Leihitu. Serta poin keenam, DPP Hena Hetu akan terus berkomunikasi bersama-sama pemerintah provinsi maupun Maluku tengah untuk berperan aktif menghentikan segara bentuk konflik, baik konflik internal maupun antar negeri di jazirah Leihitu, agar tercipta jazirah Leihitu yang aman, damai dan sejahtera dalam semangat orang basudara, dalam bingkai semangat kekeluargaan adat serta berperan menjadi pelopor perdamaian yang keamanan di Provinsi Maluku.

“Kita akan berupaya untuk menjadi jazirah Leihitu sebagai pilot project penerapan Maluku sebagai laboratorium kerukunan antar umat beragama di Indonesia,”tegasnya. (MP-7)

Pos terkait