Ambon, Maluku Post.com– Ribuan umat Katolik Kota Ambon menghadiri Misa Kudus untuk melepaskan jenasah almarhum Mgr Anderas Petrus Cornelius Sol MSC, ke tempat peristirahatan terakhir di kawasan Ahuru, Ambon.
Mgr Sol meninggal di Rumah Sakit Tentara (RST) Ambon pada pukul 07.25 WIT Sabtu (26/3), dalam usia 100 tahun 5 bulan.
Jenasah almarhum disemayamkan di Gereja Katedral St.Fransiskus Xaverius Ambon selama 5 hari untuk memberikan kesempatan kepada umat melayat dan berdoa.
Misa Kudus dipimpin Uskup Diosis Amboina Mgr PC Mandagi, MSC, didampingi Uskup Bandung Mgr Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C, yang juga Sekjen KWI, Uskup Manado Mgr Joseph Theodorus Suwatan, MSC, Asisten Jenderal MSC dari Roma, yang mewakili Pimpinan Tarekat MSC sedunia, Romo Wahyudi, MSC dan sejumlah Pastor di Keuskupan Amboina.
Uskup Mandagi dalam kotbahnya menyatakan almarhum Mgr Sol adalah orang yang jujur, hidupnya senantiasa ada di tangan Allah, hidupnya dirajai oleh Allah.
“Beliau bersatu dengan Allah dalam cinta,” katanya.
Menurut Uskup Mandagi, sebagai seorang Misionaris Hati Kudus (MSC) hidupnya dikuasi oleh Hati Kudus Yesus. Inilah jaminan, bahwa beliau sekarang sudah menikmati ketentraman dalam kerajaan surga.
“Mgr Sol adalah orang jujur, hidupnya ada ditangan Allah, hidupnya dirajai oleh Allah. Pertanyaan kita, mana tanda-tandanya? tentu ada banyak, kita bisa saksikan dalam hidupnya, Doa Mgr Sol yang merupakan Doa Yesus, seperti yang diungkapkan dalam Motto sebagai Uskup, “Ut Omnes Sint” artinya Semua Orang Kristen Bersatu,” katanya.
Asisten Jenderal MSC sedunia dari Roma, Romo Wahyudi, MSC dalam sambutannya mengatakan Mgr Sol selalu membuka hatinya untuk semua orang dan mau sharring dengan siapa saja tentang kehidupan duniawi maupun rohani.
Menurut Romo Wahyudi, meskipun Mgr Sol sudah pensiun, tetapi beliau tidak pernah istirahat dan selalu bekerja baik untuk urusan sosial maupun membenahi perpustakaan yang didirikannya, yakni Perpusatakaan Rumphius.
“Mgr Sol seorang teladan yang sungguh mempesona dan semangatnya yang besar bekerja di usia senja. Terima kasih atas teladan hidupmu dan terima kasih atas segala yang engkau berikan kepada kami, selamat jalan kepada Bapa di Surga,” ucapnya.
Sekretaris Jenderal Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C mengungkapkan Mgr Sol telah menjalani hidup Kaul Relegius di Konggregasi MSC lebih dari 80 tahun, hidup Imamat Suci lebih dari 75 tahun dan hidup dalam Tabisan Uskup lebih dari 52 tahun.
“Semuanya dihidupi dan dirayakan di tanah Maluku. Ini bukti diri seorang misionaris sejati dari Hati Kudus Yesus. Hatinya, energi dan budinya diberikan untuk umat dan masyarakat di Keuskupan Amboina,” ujar Mgr Antonius.
Menurut dia, ketika Mgr Sol pensiun, beliau tetap bekerja membenahi perpustakaan yang dirikannya, sehingga mendapat penghargaan dari Perpustakaan Nasional dan melakukan karya-karya sosial serta memberikan beasiswa siswa/siswi yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Alamrhum bukan saja ahli dalam berkotbah belas kasih tetapi beliau juga melaksanakan belas kasih Allah. Beliau juga bukan saja seorang orator ulung tentang belas kasih tetapi menjadi aktor unggul dari belas kasih Allah sendiri, yang lahir dari kedalaman rohani dan perjumpaan dengan Allah yang menjadi kekuatan dari hidupnya sendiri,” ucap Mgr Antonius.
Ia mengungkapkan pada Oktober 2015 umat di Keuskupan Amboina merayakan 100 tahun usianya, semua pada waktu itu bernyanyi, panjang umurnya, panjang umurnya dan semua masih berharap panjang umurnya.
“Ada umat yang berbisik, umurnya sampai panjang seperti apa, karena sudah sekian panjang masih juga diharapkan panjang. Kita mengalami ketika perayaan itu, beliau masih dalam keadaan yang sehat, sadar dan bersahaja, bahagia dan penuh sukacita. Itulah hidup yang dialami sebagai rahmat bagi dirinya sendiri dan berkat bagi sesama,” ujarnya.
Karena itu, kehidupan dan kematiannya dapat memberikan semangat kepada semua orang bukan hanya menjadi pewarta-pewarta belas kasih tetapi sungguh menjadi minister belas kasih dan dispenser rahmat Allah. Pelayan belas kasih dan membagi rahmat kepada umat.
Mgr Sol, terima kasih atas jasa dan cinta untuk Gereja Indonesia terutama untuk gereja di Keuskupan Amboina. Selamat jalan doakanlah kami, supaya kami menjadi pelayan-pelayan belas kasih, bukann hanya pengkotbah belas kasih.
Sementtara itu, Uskup Mandagi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama kepada pemerintah Provinsi Maluku, pemerintah Kota Ambon, dan pemerintah kabupaten/kota yang lain di daerah ini, khususnya para pejabat yang telah hadir dalam acara penghormatan terakhir kepada Mgr Sol.
“Ada banyak pejabat yang datang secara khusus memberikan penghormatan kepada Mgr Sol yang telah meninggal. Semuanya ini menandakan bahwa pemerintah menghormati tokoh-tokoh agama dan pelayanan mereka serta menjadi rekan kerja bagi pelayanan masyarakat,” katanya.
Gubernur Maluku Said Assagaff, kata Uskup Mandagi, mengirim SMS, “Bapak Uskup saya masih ada di Fiji, tidak bisa hadir pada pemakaman Mgr Sol, hormat saya untuk keluarga besar Katolik Keuskupan Amboina,” kata Uskup mengutip SMS Gubernur Said.
Uskup Mandagi juga mengucapkan terima kasih kepada tokoh-tokoh agama yang hadir, pada acara penghormatan terakhir bagi Mgr Sol.
“Kahadiran anda semua menunjukan dalam pelayanan masyarakat di Maluku, ada hubungan yang baik antara tokoh-tokoh agama dan ada kerukunan juga antarumat beragama yang berbeda-beda,” katanya.
Selanjutnya, terima kasih kepada keluarga Mgr Sol di Belanda, yang telah mempersembahkan seorang anggota keluarga mereka datang melayani umat dan masyarakat Maluku.
Terima kasih juga kepada Tarekat MSC, yang telah mempersembahkan seorang anggota MSC yang baik Mgr Sol, bagi pelayanan umat di Keuskupan Amboina dan masyarakat Maluku. Terima kasih kepada seluruh umat Keuskupan Amboina, baik para Pastor, biarawan/biarawati, kaum awam yang telah menerima dan mendukung Mgr Sol dalam pelayanannya “Umat sungguh-sungguh mendukung dan menghormat beliau dan pada saat beliau meninggal umat berpartisipasi dalam doa-doa selama lima hari, terima kasih kepada umat Keuskupan Amboina,” kata Uskup Mandagi.
Selanjutnya, terima kasih kepada seluruh masyarakat Maluku, baik Protestan, Muslim dan kelompok-kelompok masyarakat lainnya.
“Hormat anda semua yang ditunjukkan kepada tokoh-tokoh agama yang baik, seperti Mgr Sol, semoga semakin banyak tokoh-tokoh agama yang baik di provinsi Maluku, dengan demikian masyarakat Maluku merasa dibina dan dibimbing kearah kehidupan yang lebih baik,” harapnya.
“Marilah kita semua menyatakan hormat yang setinggi-tingginya kepada Mgr Sol, bukan dengan kata-kata tetapi mengikuti teladannya, hidup sebagai orang jujur. Orang jujur ada di tangan Allah, orang jujur dikuasi Allah dan kepergiannya bukan malapetaka tetapi ketentraman,” ujar Uskup Mandagi. (MP-2)


