Warga Belakang Soya Khawatirkan Patahan Talud

Lokasi longsor beberapa tahun lalu

Ambon, Maluku Post.com – Warga Kelurahan Belakang Soya, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon merasa khawatir dengan kondisi talud pendukung bangunan SMP Negeri 1 Ambon yang sewaktu-waktu bisa kembali patah dan longsor saat terjadi musim hujan seperti saat ini.

“Taludnya memang baru dibangun tahun lalu tetapi saluran air yang mengalir deras dan menggali bagian bawahnya membuat kami merasa khawatir,” ucap warga setempat, Gerry Patty di Ambon, Sabtu (2/4/2016).

Apalagi kondisi tanah berpasir di lokasi itu membuat warga merasa tidak tenang, meski pun Kota Ambon baru diguyur hujan lebat yang berkepanjangan sejak Kamis, (31/3) kemarin.

Banyaknya air menggenangi bagian bawah talud ini berasal dari atap bangunan sekolah dan dikhawatirkan bisa merusak pondasinya.

Menurut dia, kondisi ini disebabkan pembangunan taludnya tidak disertai drainasse yang baik guna mencegah terjadinya erosi sehingga pemerintah kota diharapkan membuat saluran air yang baik agar tidak menyebabkan talud yang tingginya lebih dari 4 meter ini ambruk kembali.

“Apalagi masyarakat sekitar masih merasa trauma dengan bencana longsor empat tahun lalu di lokasi ini yang mengakibatkan delapan orang meninggal dunia,” katanya.

Warga lainnya bermarga Tentua mengaku masih merasa trauma dengan peristiwa hujan lebat dan bencana longsor yang ikut merenggut anggota keluarganya.

“Saat itu guyuran hujan yang bertahan lebih dari tiga hari hingga talud sekolah akhirnya roboh pada tengah malam menghancurkan beberapa rumah warga serta menimbun mereka yang sedang lelap tertidur,” katanya.

Akibatnya sampai hari ini, lokasi bencana tersebut masih tetap kosong karena tidak ada warga yang membangun kembali rumah mereka, hanya saja pada bagian sisi kiri dan kanan tempat kejadian perkara itu masih terdapat banyak rumah warga dan mereka khawatir bencana serupa bisa terulang. (MP-6)

Pos terkait