Ambon, Maluku Post.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Ambon siaga mengantisipasi terjadinya bencana alam yang terjadi di Ambon.
“Intensitas hujan yang cukup tinggi di Ambon hari ini jumat sejak pagi berdampak terjadinya banjir karena luapan air ke pemukiman warga, selain itu talud yang jebol juga bisa berdampak pada tanah longsor,” kata Kepala BPBD setempat, Enrico Matitaputty, Jumat (1/4/2016).
Menurut dia, hujan yang mengguyur kota Ambon berdampak pada jebolnya talud di kawasan Belakang Soya kecamatan Sirimau.
Pihaknya intensif melakukan pemantauan dan menerima informasi dari masyarakat sebagai bentuk antisipasi penanggulangan bencana khususnya di kawasan Belakang Soya.
“Setelah menerima informasi talud warga yang jebol petugas langsung menuju lokasi untuk menutup sementara jalur air dengan terpal, guna menghindari resiko yang lebih besar,” katanya.
Enrico mengakui, pihaknya juga telah menyiagakan tenaga relawan menyukseskan program desa tangguh bencana.
“Mengantisipasi bencana alam banjir dan tanah longsor kami telah menyiapkan berbagai kegiatan antisipasi yakni penyiapan relawan desa tangguh bencana,” katanya.
Ia mengatakan, penguatan kapasitas telah dilakukan sejak November 2014 yakni pelatihan relawan desa fasilitasi dan pengembangan pemberdayaan masyarakat menuju desa dan kelurahan tangguh bencana.
Pelatihan relawan desa tangguh bencana dilakukan bagi 60 relawan dua desa di Ambon yakni Nusaniwe dan Kilang, dan telah dilanjutkan ke negeri Amahusu, Batu Gajah dan Batu Merah.
“Pelatihan dilakukan untuk membina dan mengembangkan relawan dalam melibatkan diri pada kegiatan penanggulangan bencana dan menjadi pionir yang tidak bergantung pada bantuan pemerintah,” katanya.
Ditambahkannya,menghadapi bencana alam masyarakat tidak boleh pasif yakni bukan hanya sebagai orang yang tidak berbuat apa-apa, tetapi diharapkan mempunyai cara untuk menyampaikan informasi jika terjadi bencana.
“Karena itu kegiatan pra bencana memiliki makna penting dan strategis, karena sangat menentukan kemampuan dalam menghadapi bencana dan pasca bencana,” katanya. (MP-4)


