Ambon, Maluku Post.com – Kebijakan pemerintah pusat menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 1 April belum berpengaruh pada tarif Angkutan Kota (Angkot) di Kota Ambon.
“Harga BBM premium mengalami penurunan dari Rp6.950 menjadi Rp6.450 sedangkan solar dari Rp5.650 menjadi Rp5.150, namun belum ada penyesuaian untuk tarif angkot,” kata Sekretaris Kota Ambon, Anthony Gustaf Latuheru, Jumat (1/4/2016).
Menurut dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dan Organda belum melakukan penyesuaian harga.
“Kami telah melakukan pertemuan dengan Organda untuk membicarakan penyesuaian tarif, hal tersebut akan dibicarakan lagi dengan anggota sebelum menetapkan keputusan,” kata Anthony.
Ia mengatakan, saat ini tarif angkot Rp3.000 untuk jarak terdekat. Jika harus diturunkan kemungkinan menjadi Rp2.900, dan diprediksikan tidak mengalami perubahan,” ujarnya.
Penetapan tarif angkot kata Anthony, harus memperhitungkan berbagai faktor di antaranya mengevaluasi seluruh komponen pendukung kendaraan bergerak naik atau turun.
“Faktor utama yang harus diperhatikan adalah mengevaluasi seluruh komponen pendukung mobil bergerak naik atau turun seperti harga suku cadang kendaraan oli, kanvas rem dan lain sebagainya,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam memperhitungkan tarif angkutan juga harus diperhatikan jarak dan risiko.
Jika jarak yang ditempuh angkutan tidak jauh, tetapi mengandung risiko misalnya jalan tanjakan, maka tarif angkutan mahal. Tetapi sebaliknya, jika jarak yang ditempuh jauh dan tidak berisiko atau jalan tidak menanjak maka tarif angkutan tidak mahal.
“Rumus tersebut yang harus dipakai untuk menghitung penetapan tarif angkutan umum,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, Pemkot Ambon juga harus menyesuaikan kondisi dan situasi kota, sehingga penyesuaian harus dilakukan secara selektif,” katanya.
Diakuinya, langkah yang akan ditempuh jika tidak berlaku penurunan tarif maka saat terjadi kenaikan harga BBM, maka tarif angkot tidak akan naik.
“Kebijakannya bervariatif, bisa saja turun tapi sewaktu-waktu juga bisa naik. Kita akan mencari solusi yang tepat agar masyarakat dapat menikmati kebijakan yang ditetapkan pemerintah,” tandas Anthony.
Tarif angkutan umum yang berlaku saat ini di Ambon berkisar Rp3.000 – 8.000 untuk 59 trayek. (MP-3)


