Ambon,Maluku Post.com – Untuk kesekian kalinya tindakan tak terpuji dilakukan oknum pegawai Dinas Pemuda dan Olahraga Maluku berinisial RM, 38. Setelah belum lama ini dia mengasari pelatih dayung Maluku Adhi Talubun dan rekannya sesama pegawai Dispora Maluku Opes Noya, kini aksi serupa dilakukan mantan pelatih karate pelajar Maluku itu terhadap atlet Pelatnas Dayung asal Maluku Rusdy Ely.
Untuk diketahui karena kebiasaan mengkonsumsi minuman keras, RM acapkali kehilangan kontrol dan berlaku kasar terhadap atlet maupun pelatih di PPLP Maluku. Kejadian yang menimpa atlet binaan Pengurus Provinsi PODSI Maluku itu terjadi Selasa (4/5) malam sekira pukul 20.00 WIT di depan asrama PPLP Dayung Maluku di kawasan Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.
”Waktu itu Rusdy (Ely) baru pulang latihan. Tiba-tiba saudara RM memanggil Rusdy dengan nada kasar dan meminta Rusdy untuk sit-up. Pada saat menyusuh sit-up tiba-tiba RM memukul bagian perut Rusdy dan selanjutnya memukuli wajah Rusdy berkali-kali sampai bengkak, dan Rusdy pun sempat muntah-muntah,” tutur Pelatih Dayung Indonesia Cores Gustav Sahupalla Maluku Post, Senin (9/5).
Menurut Sahupalla, kasus pemukulan ini telah dilaporkan ke Kepolisian Resort (Polres) Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kita sudah antar Rusdy untuk visum (et repertum) dan kita sudah masukan laporannya ke polisi. Polisi berjanji akan memeriksa RM terkait kasus ini, Senin (9/5),” lanjut Sahupalla.
Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Maluku Anos Yermias menyesalkan kejadian yang menimpa salah satu atlet andalannya tersebut.
“Sudah banyak orang yang menjadi korban pemukulan oleh saudara RM. Kita berharap pak Kepala Dispora Maluku (Semuel Huwae) dapat menindak tegas bawahannya tersebut. Kepada pihak kepolisian kita berharap kasus ini dilimpahkan sampai ke pengadilan agar ada efek jera terhadap pelaku, apalagi kali ini yang menjadi korban pemukulan RM adalah atlet Pelatnas yang disiapkan KONI Maluku ke PON 2016 di Jawa Barat,” tegasnya menyesalkan.
Pihak Dispora Maluku dan KONI Maluku belum dapat dikonfirmasi menyangkut kasus pemukulan oknum pegawai Dispora Maluku terhadap atlet andalan Maluku di PON Jawa Barat nanti. (MP-9)


