Bula, Maluku Post.com – Kunjungan kerja perdana Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Fahri Husni Alkatiri di Kecamatan Seram Timur dan Kecamatan Kian Darat belum lama ini khusus dibidang pendidikan ditemui hampir semua sekolah yang dikunjungi kekurangan tenaga guru.
Terkait dengan temuannya itu, menindaklanjutinya Alkatiri akan mengevaluasi tenaga guru kontrak yang sudah berjalan dari pemerintahan sebelumnya pada Dinas Pendidikan Kabupaten SBT.
“Sesampainya di Bula saya,akan memanggil dinas pendidikan untuk serius membicarakan hal ini, dan permasalahan ini harus tuntas, dinas akan saya minta untuk membuat kriteria yang lebih rinci tentang kebutuhan tenaga guru per bidang studi yang minim sehingga proses rekrutmen bisa mendatangkan hasil yang maksimal,“ tegasnya.
Dikatakan,Tahun lalu pemda punya program guru kontrak yang mana salah satu tujuannya mengisi kekurangan tadi, hanya saja dari evaluasi singkat terhadap pelaksanaan dari kegiatan dari tahun lalu, ini mesti ada data yang lebih lengkap sesuai kebutuhan guru per bidang studi
“Saat kita butuh sudah tergambarkan,kalau dibiarkan lepas tanpa merujuk pada kriteria maka akan overlapping penempatan, sebisa mungkin dalam menerapkan kebijakan ini ini kita masih bicarakan, pertimbangan politis kita kurangi kita harus sesuai kebutuhan real dilapangan, “ ungkap politis asal PKS ini.
Dijelaskan Fachri, persoalan tenaga kontrak yang hak-haknya belum dapat, dinas akan diminta untuk membuat kriteria yang lebih rinci tentang kebutuhan tenaga guru per bidang studi yang minim sehingga proses rekrutmen bisa mendatangkan hasil yang lebih baik.Bahkan Diknas juga harus merincikan kebutuhan tenaga guru permata pelajaran, sehingga dapat diketahui penumpukan tenaga guru pada mata pelajaran apa dan kekurangannya di mana sehingga perekrutan tenaga guru kontrak akan dapat mengatasi kekurangan tenaga guru di SBT.
“Diknas harus merincikan kebutuhan tenaga guru, dan juga kebutuhan mata pelajaran yang harus diisi, sehingga permintaan tenaga guru kontrak nantinya dapat memenuhi kekurangan tenaga pengajar mulai dari SD bahkan sampai SMA,” tandasnya.
Dikatakan Fachri, nantinya mereka yang berminat menjadi guru kontrak sudah dapat mengetahui kriteria yang harus diikuti, karena itu menjadi kewajiban yang harus dijalankan oleh maka Diknas, para guru kontrak mengetahui tentang kebutuhan tenaga yang diinginkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga guru. (MP-15)


