Ambon, Maluku Post.com – Untuk mempertahankan eksistensi bangsa maka perjuangan suatu bangsa tidak terlepas dari dukungan para pemuda bangsa itu sendiri dan dalam hal ini Pemuda AliFURU lahir dan mendeklarasikan dirinya sebagai suatu wadah persatuan dan kesatuan Anak Adat AliFURU di tanah Maluku dengan nama Forum Muda AliFURU, hal ini diungkapkan Tokoh Adat Maluku, Demianus Kuhwael di Ambon, Rabu (25/5)
Menurut Kuhuwael, Forum Muda AliFURU yang dideklarasikan di Ambon 22 Mei 2016 lalu, yang dikomandoi Marchael Maspaitella tersebut bertujuan hanya untuk mengajak semua pemuda Adat AliFURU Maluku untuk melihat kembali kehidupan Budaya dan Adat Istiadat AliFURU yang sudah porak-poranda akibat perbuatan para kapitalis yang ingin menghancurkan budaya pela dan gandong Anak Adat AliFURU di Maluku.
“Selain itu juga deklarasi ini bertujuan semata-mata untuk menyatukan pemahaman Pemuda Adat AliFURU di seluruh Maluku sebagaimana sudah merupakan sumpah dan janji dari para datuk-datuk purbakala,”ungkap Kuhuwael sembari menambahkan Pemuda AlifURU harus menanamkan komitmen dan jati diri sebagai anak adat yang beradat.
Sementara itu, Dany Anakotta yang merupakan tokoh Pemuda Adat asal Negri Iha mengatakan bahwa pemuda merupakan garda terdepan dalam setiap perjuangan suatu bangsa termasuk perjuangan terhadap hak Masyarakat Adat AliFURU yang nota bene masyarakat asli pribumi Maluku.
“Selama ini masyarakat asli pribumi dizolimi oleh oknum-oknum orang tertentu yang menjadikan masyarakat adat AliFURU sebagai bahan komoditi politik demi kepentingan pribadi atau golongan, oknum-oknum tertentu itu yang menginginkan adat istiadat budaya AliFURU itu dihapuskan dari muka bumi Maluku,“ tandasnya.
Dijelaskan Anakotta, deklarasi ini juga terus dikumandangkan untuk membina kehidupan keharmonisan pela dan gandong sesama orang basudara di tanah Maluku lebih khususnya para kawula muda anak Adat AliFURU, dan juga hal ini sudah menghasilkan satu kesepahaman bersama yang sesuai dengan pernyataan hukum adat.
“Oleh sebab itu, anak muda AliFURU dituntut untuk bersama-sama bergandeng tangan, bahu-membahu untuk menjaga menyelesaikan masalah hak-hak masyarakat Adat AliFURU yang diobrak-abrik seperti contoh perampasan hak tanah adat, perampasan hasil laut yang semena-mena oleh oknum-oknum kapitalis yang berlindung dibalik kekuasaan,”tandasnya.
Secara terpisah, salah satu pemuda asal Lease, Mefry Toisutta yang mendukung deklarasi Forum Muda ALiFURU, menghimbau kepada seluruh komponen pemuda anak Adat AliFURU untuk menyatukan persepsi dalam menyelesaikan masalah-masalah adat untuk membangun Maluku.
“Marilah kita satukan barisan dan rapatkan barisan untuk bersama-sama melihat dan menyelesaikan masalah masalah adat yang banyak terjadi di sekitar kita dan ‘toma maju‘ untuk membangun Maluku dalam konteks perjuangan pengembalian hak-hak Masyarakat Adat AliFURU di Maluku.” tegasnya. (MP-13)


