Ambon, Maluku Post.com – Gubernur Maluku, Said Assagaff meminta Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat untuk mendukung rencana mendirikan Institut Teknologi Ambon yang dirintis Presiden Soekarno pada 1956 melalui kerjasama dengan pemerintah Rusia.
“Saya telah membaca buka tentang Institut Teknologi Ambon yang dirintis Presiden Soekarno dengan menyekolahkan mahasiswa asal Maluku untuk mengikuti program strata satu (S-1) maupun strata dua (S-2) di Rusia,” katanya saat bertatap muka dengan Pengurus PWI Pusat dipimpin Ketuanya, Margiono di Ambon, Selasa (24/5).
Gubernur menghapal sebanyak 25 mahasiswa, baik S-1 maupun S-2 yang kuliah di Rusia dengan nama maupun disiplin ilmu ditekuni di sana.
“Sayangnya setelah menamatkan pendidikan dan kembali ke Indonesia pada 1968/1969 ternyata kurang diberi peranan untuk mengaplikasikan ilmu mereka,” ujarnya.
Padahal, saat itu pemerintah Rusia mengalokasikan anggaran 5 juta dolar AS dan peralatan untuk pengembangan Institut Teknologi Ambon yang saat ini berlokasi di Fakultas Teknik Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon.
“Saya masih sempat bertemu dengan para lulusan itu saat menjadi Kepala Bidang (Kabid) di Bappeda Maluku dan saat ini masih hidup dr Atihuta sebagai salah satu lulusan program kerjasama dengan pemerintah Rusia,” kata Gubernur.
Dia mengakui saat bertugas di Jakarta selalu membawa buku tersebut dalam tasnya dengan keinginan membicarakannya dengan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri untuk meminta dukungannya mengaktifkan kembali terobosan pendidikan strategis oleh Presiden Soekarno.
“Saya jujur berkeinginan bertemu Ibu Mega dan menyerahkan buku tersebut, sekaligus meminta dukungannya untuk mendirikan kembali Institut Teknologi Ambon yang strategis untuk mengoptimalkan pengelolaan potensi sumber daya alam (SDA), terutama hayati laut,” ujar Gubernur.
Bahkan, buku tersebut telah ditunjukkan kepada Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan yang ternyata tertarik dengan terobosan pendidikan tersebut.
Karena itu, dia meminta Pengurus PWI Pusat yang telah memutuskan Maluku sebagai penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) ke-72 di Ambon pada 9 Februari 2017 untuk mendukung terobosan tersebut melalui koordinasi lintas Menko maupun Kementerian/Badan/Lembaga teknis.
“Saya telah mengingatkan Rektor Unpatti Ambon, Prof Nus Sapteno agar mengkaji pengembangan Institut Teknologi Ambon dan menangguhkan membuka program studi maupun fakultas baru,” ujar Gubernur.
Dia juga meminta dukungan Pengurus PWI Pusat soal realisasi Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN), pembukaan rute penerbangan Saumlaki, ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) – Darwin, Australia Utara dan pengembangan sekolah menengah kejuruan (SMK) teknis menyambut pengoperasian Migas Blok Masela.
Begitu pula, pengembangan SMK kemaritiman, pembangunan permukiman multikultur atau etnis dan pembangunan kantor PWI Cabang Maluku.
“Saya mendambakan Presiden Joko Widodo mencanangkan maupun menindaklanjuti sejumlah program strategis tersebut saat puncak peringatan HPN ke-72 di Ambon pada 9 Februari 2017,” ujar Gubernur.
Ketua Umum PWI Pusat, Margiono mengapresiasi sejumlah program strategis yang diajukan Gubernur Maluku dan menyatakan kesiapan untuk menjalin koordinasi di Menko maupun Kementerian untuk merealisasikannya.
“Rasanya manfaat peringatan HPN sesuai tujuannya yakni mendorong percepatan pembangunan maupun dampak strategisnya dirasakan masyarakat yang menyelenggarakan event ini,” katanya.
Margino yang didampingi Sekjen PWI, Hendri Ch Bangun serta sejumlah pengurus antara lain Tarman Azzam, Noh Hatumena serta tokoh masyarakat Maluku, Suedy Marasabessy menyepakati peluncuran atau deklarasi Maluku sebagai tuan rumah penyelenggaraan HPN ke-72 di Jakarta usai perayaan Idul Fitri.
“Pastinya sejumlah kegiatan strategis lainnya diselenggarakan menjelang peluncuran atau deklarasi HPN yang menggelorakan Maluku dengan sejumlah potensi SDA siap menjadi tuan rumah yang sukses, baik penyelenggaraan, prestasi dan pertanggung jawaban keuangan,” katanya. (MP-2)


