Ambon, Maluku Post.com – Penyajian data yang benar dan transparan oleh setiap responden dari kalangan pengusaha atau pelaku bisnis kepada para petugas lapangan membantu menyukseskan penyelenggaraan Sensus Ekonomi (SE) 2016 yang sementara dilakukan pemerintah melalui Badan Pusat Statistik (BPS).
“Kami mengimbau masyarakat, terutama para pebisnis dari berbagai bidang usaha yang dilakoni agar kooperatif dalam memberikan data kepada petugas SE 2016,” kata Sekretaris Komisi D DPRD Maluku, Temmy Oersipuny di Ambon, Kamis (12/5).
SE dimulai sejak 1 Mei akan berakhir pada 31 Mei 2016 secara serempak di seluruh Indonesia dan pendataannya dimulai dari pejabat daerah seperti gubernur, bupati, wali kota, hingga menjangkau seluruh komponen masyarakat.
Menurut Temmy, bagi masyarakat yang memiliki usaha, baik berskala kecil maupun menengah tidak perlu bersikap tertutup saat didatangi petugas yang disiapkan BPS sebanyak 1.682 orang dan disebarkan di semua wilayah Provinsi Maluku.
SE 2016 hanya untuk mendata keberadaan usaha dari perusahaan dan yang sering terlewatkan adalah pedagang kaki lima (PKL) hingga bisnis online yang pendekatannya ke rumah tangga.
Sehingga para petugas sensus ini akan bergerak masuk ke semua rumah warga dan tempat usaha yang ada guna dilakukan pendataan secara mendetail.
“Apalagi BPS juga sudah memberikan jaminan tetap menjaga kerahasiaan setiap responden yang memiliki usaha tertentu, jadi tidak perlu ragu memberikan informasi yang benar dan akurat karena data sensus seperti ini dibutuhkan pemerintah guna mengetahui perkembangan ekonomi secara menyeluruh, sekaligus menyusun strategi pembangunan bidang ekonomi kedepannya,” ujar Temmy.
Karena lewat kegiatan SE 2016 ini, hasilnya akan dijadikan acuan bagi pemerintah dalam mendorong pengembangan investasi di seluruh Indonesia, termasuk daerah Maluku sehingga membuka lapangan kerja demi mengurangi tingkat pengangguran. (MP-6)


