Rizal Ramli Minta Maluku Siapkan SDM Di Blok Masela

Jakarta, Maluku Post.com – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya, Dr. Rizal Ramli menerima sejumlah tokoh dan ilmuwan Maluku untuk membahas kelanjutan pengelolaan Blok Masela. Pengembangan Blok Masela dilakukan dengan pendekatan integrated development. Namun, Maluku harus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) sejak dini untuk mengisi kebutuhan di Blok Masela.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Menko Kemaritiman Jakarta, Senin (9/5) kemarin, itu dihadiri, antara lain Dipl.-Oek. Engelina Pattiasina (Direktur Archipelago Solidarity Foundation), jajaran akademisi Universitas Pattimura, Prof. Dr. MJ. Saptenno, M.Hum (Rektor Universitas Pattimura); Prof. Dr. A. Watloly; Prof. Dr TG. Ratumanan; Prof. Dr. Dominggus Malle; Dr. Paul Usmany, MSi; Dr. Semuel Leunufna, M.Sc. Sedangkan Universitas Darussalam terdiri dari Rektor Universitas Darussalam, Dr. Ir. Ibrahim Ohorella, MS; Husein Latuconsina, Spi, M.Si (Wakil Rektor Universitas Darussalam) dan Dekan Fakultas Ekonomi, Farida Aryani Hehanusa, SE, MAB.

“Kita harus ubah paradigma yang hanya sekadar sedot gas kemudian ekspor, sedot ikan kemudian ekspor. Ini yang menyebabkan kita terus tertinggal. Pasti ada alokasi untuk ekspor, tetapi juga harus memikirkan pengembangan industri petrokimia dan sebagainya,” kata Rizal.

Rizal mengatakan, pengembangan Blok Masela sudah diputuskan di darat, tetapi masih banyak hal yang harus diperhatikan, seperti kesiapan sumber daya manusia. Menurutnya, masih ada waktu sekitar enam sampai delapan tahun untuk mempersiapkan SDM.

“Blok Masela akan dikembangkan dengan integrated development. Jadi, bukan sekadar di darat atau di laut, tetapi itu dalam rangka pembangunan yang terintegrasi. Pemerintah juga memperhatikan Indonesia Timur, kita ubah dari Jawa sentris menjadi Indonesia sentris,” tegasnya.

Diakui Rizal, memang di wilayah Maluku bagian selatan ada “bolong” sehingga pemerintah akan memberikan perhatian khusus, seperti pengembangan sarana dan prasarana transportasi. Dia juga meminta kepada Menteri Perhubungan agar pengembangan transportasi memperhatikan aspek regular, sehingga ada jadwal yang pasti.

“Pemerintah sedang mengembangkan Indonesia sentris, bukan lagi Jawa sentris,” tegasnya.

Engelina mengatakan, dengan keputusan presiden untuk menetapkan di darat hendaknya semua pihak menghormati keputusan itu. Untuk itu, dirinya berharap, agar jangan ada pihak yang “mengadu domba” masyarakat, karena hal itu sangat tidak bijak. Namun, ia mengetahui adanya pihak yang terus berusaha untuk mengembangkan kilang di laut.

Secara khusus, Engelina meminta dukungan pemerintah kepada Maluku, sehingga keberadaan Blok Masela itu membawa manfaat bagi masyarakat Maluku. Dukungan itu, katanya, sangat penting karena Blok Migas masih baru di Maluku, sehingga masyarakat, pemerintah daerah dan berbagai pihak mengetahui peluang yang ada dengan keberadaan Blok Masela.

Sementara itu, Rektor Unpatti MJ. Saptenno, menyatakan pihaknya sedang berusaha untuk membuka program studi yang sesuai dengan kebutuhan industri Migas. Selain itu, terangnya, Unpatti juga membekali pengajar untuk mendalami seluk-beluk industri Migas di Perusahaan Migas.

“Ke depan, kami juga akan bekerja sama dengan universitas seperti ITB, UGM, ITS dan sebagainya untuk mendukung program studi baru di Unpatti. Tapi, untuk kajian yang terkait Blok Masela sebaiknya ditangani Unpatti bersama perguruan tinggi di Maluku. Selama ini, kami tidak pernah dilibatkan meski memiliki data yang cukup memadai,” jelasnya.

Senada dengan Saptenno, Rektor Universitas Darussalam (Unidar) Ibrahim Ohorella mengatakan, pihaknya mengharapkan dukungan dari pemerintah pusat, terutama Kemendikti untuk mengembangkan program studi yang menjadi kebutuhan industri Migas.

Menurut Ohorella, adanya dukungan pemerintah pusat akan sangat membantu universitas dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang siap memasuki dunia kerja.

“Kami berharap agar pengembangan Blok Masela memanfaatkan lulusan dari semua perguruan tinggi di Maluku. Perlu ada perlakuan khusus, sehingga lulusan perguruan tinggi bisa terserap di lapangan kerja yang terbuka di Blok Masela,” tambah Husein Latuconsina, Wakil Rektor Unidar. (rony samloy)

Pos terkait