Ambon, Maluku Post.com – Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Waiheru Ambon, Kamis (2/6) kembali mewisudakan 122 siswa angkatan XXVIII. Dalam sambutannya Kepala Sekolah (Kepsek), Achmad Jais Ely mengatakan berdasarkan nilai kompilasi ujian nasional dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2016 dan berdasarkan surat pengesahan Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan No. 60/BPSDM-KP.02/V/2016 peserta ujian akhirnya dinyatakan lulus 100 persen.
Menurut Ely, dari 122 orang yang diwisudakan terdapat produk ketiga dari kebijakan pola rekrutmen KKP dengan pola 40:40:20 serta terdapat 76 anak pelaku utama perikanan.
“122 siswa tersebut dijabarkan menurut program keahliannya diantaranya Program Keahlian Nautika Perikanan Laut sebanyak 29 orang, Program Keahlian Teknika Perikanan Laut 32 orang, Program Keahlian Teknologi Budidaya Perikanan 31 orang dan Program Keahlian Teknologi Pengelolaan Hasil Perikanan sebanyak 30 orang.” ungkapnya.
Ely menambahkan, dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah berjuluk kampus biru ini SUPM memiliki 84 orang tenaga pendidik dan kependidikan serta fasilitas pendidik berbasis teaching factory yang dikembangkan. dengan konsep pembelajaran berbasis produksi yang mengarah pada suatu proses pembelajaran keahlian dan keterampilan yang dirancang berdasarkan prosedur dan standar yang sesungguhnya.
“Seiring dengan itu, SUPM Waiheru Ambon sejak tahun 1986 hingga 2016 telah meluluskan 2330 orang yang tersebar luas dalam dunia industri diantaranya PNS,TNI/Polri sebanyak 13,3 persen, Swasta dalam dan luar negeri sebanyak 56,7 persen, Pendidikan 11,9 persen dan Wirausaha 17,5 persen.” ujarnya.
Dijelaskan Ely, dari 122 orang dapat dipresentasikan sebanyak 87 persen siswa yang telah dilamar oleh dunia industri diantaranya 10 orang pada PT Kharisma Abadi Mandiri di Brunai Darusalam, 40 orang pada PT Novo Citra Marine di Korea, Jepang, Afrika Selatan, Spanyol dan Argentina, 14 orang di PT Anindo Perkasa Abadi- Dalam Negeri, 11 orang pada PT Anugerah Tehoru Manise- nDalam Negeri, 8 orang PT Harini Duta Raya, 21 orang pada PT Wahana Lestari Investama, dan 13 orang pada instansi pemerintahan dalam negeri.(MP-8)


