Kinerja Protokoler Setda Pemprov Maluku Amburadul

Safari Ramadhan Pemprov Maluku Di SBB Kacau Balau

Ambon, Maluku Post.com – Safari Ramadhan yang dilaksanakan tahun ini dirasakan berbeda dari tahun sebelumnya, bisa dikatakan kurang ada persiapan yang maksimal. Pasalnya dalam safari Ramadhan kedua yang dilaksanakan di Desa Latu, Hualoy, Tomalehu, Kecamatan, Amalatu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Selasa (14/6) kacau balau.

Hal ini terlihat dari kinerja protokol pemerintah provinsi (pemprov) Maluku yang dianggap kurang maksimal menyiapkan segala kebutuhan agenda tahunan tersebut, bahkan sesampainya di desa Latul yang seharusnya menjadi tempat kedua, dijadikan tempat pertama kunjungan Gubernur Maluku, Ketua DPRD Maluku, Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku beserta.

Hal ini tentu sentak membuat Gubernur beserta rombongan kebingungan, tak hanya itu, kunjungan ke Desa Tomalehu untuk menghadiri pengobatan massal sekaligus penyerahan alat kesehatan Unit Gawat Darurat bagi 17 puskesmas di kabupaten SBB berlangsung dua kali, yang juga diserahkan di desa Latul.

Selain itu juga, kunjungan Gubernur beserta rombongan dianggap mendadak, pasalnya satu hari sebelum hari pelaksanaan, pemprov Maluku baru mengirim surat kepada pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBB. Padahal seharusnya surat tersebut harus dikirim dari beberapa hari lalu, sehingga pemkab setempat dapat menyiapkan segala kebutuhan Safari Ramadhan. Akibat dari keterlambatan surat yang dikirim, membuat Bupati SBB Jakobus Puttileihalat yang sedang menjalankan tugas di Jakarta harus kembali mendampingi Gubernur beserta rombongan.

Keterlambatan surat yang dikirim pemerintah Provinsi Maluku ini juga diakui salah satu pejabat dilingkup Pemkab SBB.

“Semestinya surat dikirim beberapa hari lalu, sehingga kita bisa menyiapkan segala kebutuhan untuk Safari Ramadhan,”ungkapnya.

Persiapan yang kurang maksimal juga dirasakan para Jurnalis yang meliput kegiatan tersebut. Hal terbukti saat para Jurnalis tiba di pelabuhan waipirit, dimana tidak ada mobil yang disediakan untuk Jurnalis. Sehingga membuat Kasubag Humas Pemprov Maluku Iwan harus berlari mencari mobil angkot untuk mengangkut para pewarta Maluku ini.

Hal ini tentu menjadi catatan kritis bagi Biro Umum, untuk mempersiapkan segala kebutuhan sebelum pelaksanaan kegiatan tahunan tersebut. (MP-7)

Pos terkait