22 Juni Pemkab Kepulauan Aru Programkan OP Minyak Tanah

Ambon, Maluku Post.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru, Maluku, memprogramkan operasi pasar (OP) minyak tanah di Dobo, ibu kota kabupaten setempat pada 22 – 24 Juni 2016.

“OP minyak tanah sebanyak 30.000 liter di Kota Dobo dan sekitarnya dengan harga Rp3.000/liter,” kata Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kepulauan Aru Ruddy Siwabessy ketika dihubungi dari Ambon, Selasa (14/6).

OP minyak tanah ini menindaklanjuti kegiatan serupa kerja sama Pemkab Kepulauan Aru dengan Depot Pertamina Dobo dan PT Pertamina Pemasaran VIII Ambon beberapa waktu lalu sebanyak 10.000 liter.

“Jadi terobosan OP minyak tanah karena mempertimbangkan masyarakat Kepulauan Aru tersebar di 10 kecamatan dengan 117 desa dan dua kelurahan yang membutuhkan jenis bahan bakar minyak (BBM) itu bukan hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi operasional armada penangkapan ikan,” ujar Ruddy.

Begitu pula, masyarakatnya tersebar di 187 buah pulau dengan delapan diantaranya tidak berpenghuni dan secara geografis dekat Australia.

“Luas daratan 6.374,80 KM2 dari wilayahnya seluas 55.270,22 KM2 dengan mata pencaharian utama nelayan, maka dibutuhkan jenis BBM, terutama minyak tanah untuk mengoperasionalkan armada penangkapan sehingga berdasarkan arahan Bupati Johan Gonga dilaksanakan OP,” kata Ruddy.

Disinggung bahan pokok masyarakat, dia menjelaskan, Kepulauan Aru didukung dengan kapal program tol laut yang tahap ketiga dijadwalkan tiba di pelabuhan Yos Sudarso, Dobo pada pertengahan Juni 2016.

“Saya diinformasikan kapal tersebut mengangkut sekitar 80 ton berupa 80 persen adalah bahan pokok masyarakat dan 20 persen lainnya berupa material bangunan,” ujarnya.

Karena itu, dia menjamin stok bahan pokok masyarakat mampu memenuhi kebutuhan lebih dari 80.000 jiwa penduduk Kepulauan Aru hingga dua bulan kedepan.

“Jadi masyarakat, terutama umat Islam yang sedang menunaikan Puasa maupun mempersiapkan perayaan Idul Fitri 1437 Hijriah jangan terpengaruh karena stok bahan pokok terjamin dan harga intensif dipantau tim pengawasan,” tandas Ruddy.

Dia mengakui, telur yang menjadi kebutuhan untuk perayaan Idul Fitri 1437 Hijriah yang sedang dikoordinasikan dengan para distributor mengingat permintaan masyarakat di kawasan Barat maupun Tengah Indonesia relatif tinggi.

“Telur harus dipasok dari Surabaya maupun Makassar sehingga harus dihitung akurat kebutuhan masyarakat agar mengantisipasi kemungkinan busuk bila terlalu lama disimpan,” kata Ruddy.

KM. Nusantara Lestari 101 pendukung program tol laut mengangkut bahan pokok masyarakat dan material bangunan menyinggahi pelabuhan Yos Sudarso, Dobo, pada 8 April 2016 mengangkut 29 kontainer.

Begitu pula, kapal pendukung program tol laut menyinggahi pelabuhan Yos Sudarso pada 14 Mei 2016 dengan mengangkut 80 kontainer. (MP-4)

Pos terkait