OKP Cipayung Tolak Paham Radikalisme Dan Anti Pancasila

Ambon, Maluku Post.com – Organisasi kemasyarakatan Pemuda (OKP) Cipayung Plus Maluku yang terdiri dari Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menolak secara tegas paham radikalisme dan anti Pancasila.

Komda PMKRI Maluku Tarsius Sarkol, mengatakan paham radikalisme dan anti Pancasila sudah menjadi masalah bersama dan mengancam integrasi bangsa. Karena itu, PMKRI mencoba mendorong untuk ada sebuah gerakan bersama menjadi kekuatan untuk melawan paham radikalisme dan melawan gerakan anti Pancasila.

“Mungkin di Maluku belum terasa tetapi di pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan gerakan tersebut sudah mulai bermunculan dan jika tidak segera disikapi maka menjadi ancaman besar bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar Sarkol di Ambon, Minggu (26/6).

Dijelaskan Sarkol, PMKRI Maluku bersama-sama teman-teman yang berada dibawah naungan OKP Cipayung berkomitmen melawan gerakan radikalisme dan anti Pancasila. Mengingat OKP Cipayung merupakan organisasi yang berdasarkan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan merupakan harga mati bagi mereka.

Menurut Sarkol, untuk mengantisipasi semakin maraknya paham radikalisme dan anti Pancasila, PMKRI bersama OKP Cipayung telah melakukan gerakan dengan melakukan diskusi mulai dari tingkat bawah, dalam rangka memberikan pemahaman kepada kader agar kekuatan pemuda tidak terkontaminasi dan dijadikan sebagai alat untuk radikalisme maupun anti Pancasila.

Sarkol menambahkan, di bulan Juli nanti PMKRI akan melakukan rapat kerja nasional, yang nantinya akan merumuskan program dan kegiatan dalam melawan radikalisme dan anti Pancasila.

“Salah satunya program untuk wilayah perbatasan, seperti di Maluku yang berbatasan langsung dengan Australia dan Timor Leste. Untuk itu, akan ada program-program kerja dalam rangka menunjukkan kedaulatan NKRI di tanah Maluku.

Sarkol katakan, Pihaknya juga akan membangun koordinasi lintas sektor baik itu elemen pemuda, komunitas, maupun pemerintah dalam rangka membangun keutuhan NKRI.

“Pada prinsipnya kami menolak radikalisme dan anti Pancasila,” tegasnya.

Sementara itu, Korwil GMKI Maluku, Bams Malakauseya mengungkapkan Pancasila adalah ideologi, yang menjadi landasan berpikir GMKI secara kelembagaan dalam melihat setiap fenomena ataupun aktivitas pergerakan.

“Bukan hanya PMKRI dan GMKI, tetapi semua OKP yang dibawah naungan Cipayung gelisah terhadap paham-paham yang muncul menentang Pancasila untuk menghilangkan Pancasila dari dasar negara,”ujarnya.

Menurutnya, GMKI melihat hal ini sebagai sebuah ancaman yang sangat serius. Untuk itu, dirinya sering menekankan kepada seluruh kader GMKI untuk selalu menanamkan jiwa ideologi dan Oikumene. Dimana Pancasila dijadikan sebagai asas organisasi yang harus dijalankan setiap stakeholder yang ada didalam organisasi GMKI secara menyeluruh.

Dijelaskan Malakauseya, kampanye terhadap Pancasila sering dilakukan dan menjadi bahan untuk diskusikan dan di dokternisasi terhadap kader-kader bahwa nilai dasar Pancasila adalah sebuah harga mati yang tidak bisa ditawar menawar.

“Pada prinsipnya GMKI menentang secara keras paham radikalisme dan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila sebagai dasar negara dan sebagai ideologi tunggal pada sistem kebangsaan kita yang ada di republik ini,”pungkasnya. (MP-8)

Pos terkait