![]() |
| Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Edwin Adrian Huwae |
Ambon, Maluku Post.com – Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Maluku mengapresiasi setiap kepala daerah yang berhasil memajukan program pembangunan sehingga mampu mengentaskan ketertinggalan daerah dan masyarakatnya.
“Setiap kepala daerah yang berhasil dalam pembangunan sehingga melepaskan diri dari kondisi ketertinggalan patut kami apresiasi, dan prestasi ini juga bisa menjadi salah satu pertimbangan partai dalam memberikan rekomendasi dalam perhelatan pilkada serentak,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Edwin Adrian Huwae di Ambon, Sabtu (11/6).
Salah satu daerah yang dinilai mengalami kemajuan dan tidak termasuk kabupaten tertinggal saat ini adalah Buru yang dipimpin Ramli Umasugy dan saat ini akan mau sebagai petahana dalam pilkada serentak Februari 2017.
Kemudian Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, serta Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) juga akan dilangsungkan pilkada serentak 2017, dimana empat daerah bakal diramaikan oleh petahana sedangkan Kabupaten MTB akan diikuti bakal calon bupati dan calon wabub yang baru karena masa jabatan Bitsael Temar yang sudah dua kali menjadi bupati akan berakhir.
Menurut Edwin, untuk rekomendasi balon kepala daerah dan wakilnya dari PDI Perjuangan diperkirakan Juli 2016, dan belum ada yang pasti siapa figur balon kepala daerah atau wakil kepala daerah akan mendapatkannya karena ada parameter yang dijadikan ukuran.
Di antara berbagai parameter, baik itu mengukur dari sisi pemerintahan maupun realita mungkin Buru adalah salah satu daerah otonom baru yang tidak masuk kabupaten tertinggal dan itu bisa dijadikan salah satu ukuran untuk dipertimbangkan.
“Kabupaten Maluku Tengah tertinggal, Kota Ambon tidak, dan kabupaten lain yang sudah dientaskan dari ketertinggalan harus diberikan apresiasi kepada kepala daerahnya,” akui Edwin.
Dia juga menjelaskan kalau saat ini PDI Perjuangan sedang membuat program Kartu Tanda Anggota kepada masyarakat yang ingin bergabung di partai, termasuk salah satu bakal calon Wali Kota Ambon, Drs. Poly Kastanya, tetapi itu bukan berarti diprioritaskan dalam mendapatkan rekomendasi partai.
“Pak Poly mendaftar jadi anggota partai, saya kira itu bagus karena PDI perjuangan saat ini sementara menjalankan program KTA-nisasi dan kita terima, namun mendaftar sebagai anggota dan mendapatkan rekomendasi itu dua hal yang berbeda karena ada mekanismenya,” tandas Edwin.
Sebab pendaftaran sebagai anggota maupun mekanisme pendaftaran untuk mendapatkan rekomendasi partai itu berbeda, dan semua kandidat dalam hal mencari rekomendasi PDI Perjuangan memiliki peluang yang sama karena ini adalah partai yang terbuka sehingga semua orang punya hak yang sama, termasuk teman-teman wartawan juga dipersilahkan mendaftarkan diri.
Khusus untuk pilkada serentak Kota Ambon, Edwin mengakui PDI Perjuangan belum bisa berkoalisi dengan Partai Golkar dalam mengusung bakal calon wali kota mauapun wakil wali kota.
“Kalau pak Richard Louhenapessy selaku petahana menggandeng kader PDI Perjuangan tidak masalah karena kemungkinan koalisi bisa berjalan, tetapi kalau gandeng kader lain ya sabar dahulu,” tandasnya. (MP-3)


